Rumah 1 Keluarga Palestina Hancur Dibuldoser Polisi Israel, Sempat Ancam Akan Bakar Diri?
Pixabay/ilustrasi/Nick115
Dunia

Sebuah rumah dari keluarga Palestina dihancurkan dengan buldoser oleh polisi Israel. Sebelumnya, keluarga itu juga diusir dari rumahnya di daerah Yerusalem Timur.

WowKeren - Polisi Israel mengusir sebuah keluarga Palestina dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur yang diduduki dan membuldosernya pada dini hari Rabu pagi. Lima belas orang dipindahkan secara paksa dari rumah keluarga Salhiya, sebelum kemudian dihancurkan dengan buldoser pada pukul 3 pagi dalam suhu musim dingin yang membekukan.

Itu adalah penggusuran pertama warga Palestina di Sheikh Jarrah sejak 2017. Ketegangan atas penggusuran di lingkungan itu menjadi inti konflik antara Israel dan Hamas di Gaza tahun lalu.

Diplomat Inggris dan Uni Eropa yang mengamati upaya penggusuran tersebut memberi peringatan bahwa penggusuran di wilayah pendudukan adalah tindakan ilegal menurut hukum internasional.

Perselisihan atas lingkungan Sheikh Jarrah telah menjadi simbol ketegangan yang sedang berlangsung antara Palestina dan pihak berwenang Israel. Keluarga Palestina menuduh otoritas Israel mendorong mereka keluar dari rumah mereka.

Awal pekan ini, Mahmoud Salhiya, salah satu warga, berdiri di atap properti membawa tabung gas dan mengancam akan membakar rumah dengan dirinya di dalamnya.


“Kami tidak akan pergi. Kita akan hidup atau mati. Saya akan membakar diri saya dengan bahan bakar,” katanya.

Keluarga Salhiya sebelumnya kalah dalam pertempuran hukum melawan kotamadya Yerusalem tahun lalu. Pengadilan Israel memutuskan mendukung argumen balai kota yang mengklaim keluarga Arab secara ilegal dibangun di sebidang tanah yang ditunjuk untuk sekolah anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Keluarga itu sedang menunggu keputusan banding terakhir mereka. Tetapi karena hakim tidak membekukan perintah penggusuran, polisi Israel melanjutkan pembongkaran rumah tersebut.

Polisi Israel juga melaporkan bahwa mereka menangkap 18 orang di tempat kejadian karena "melanggar perintah pengadilan, 'penguatan kekerasan,' dan melanggar ketertiban umum."

Diketahui bahwa lingkungan Sheikh Jarrah yang didominasi Arab Palestina didirikan pada tahun 1948 setelah konflik yang menyebabkan berdirinya Israel. Tetapi kemudian direbut oleh Israel setelah Perang Enam Hari tahun 1967.

350.000 orang Palestina yang merupakan hampir setengah dari penduduk Yerusalem Timur jarang terlibat dalam urusan kota karena mereka menganggap Israel sebagai penjajah.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts