Pro Kontra Pemindahan Ibu Kota Saat Pandemi di Kalangan Masyarakat, Khawatir Ekonomi Merosot
Nasional
Ibu Kota Baru Indonesia

Meski RUU Ibu Kota Negara telah disahkan menjadi UU IKN, tampaknya perpindahan tersebut masih menjadi sebuah polemik di kalangan masyarakat. Terlebih hal ini diputuskan saat Indonesia masih berada di pandemi COVID-19.

WowKeren - Pemerintah tampaknya semakin serius dengan pemindahan Ibu Kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur. Hal ini dapat dilihat dari sikap DPR yang telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) menjadi Undang-Undang. Namun tampaknya hal tersebut masih menuai polemik di kalangan masyarakat.

Perpindahan Ibu Kota yang terkesan dikebut oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo itu memicu kekhawatiran bagi warga Jakarta. Termasuk juga soal dampak ke perekonomian warga di tengah pandemi COVID-19 yang masih berlangsung.

Salah seorang warga perantau di Jakarta, yang diketahui identitasnya Roy (38) mengkhawatirkan dengan perpindahan Ibu Kota itu, ekonomi di DKI akan memburuk. Ia lantas berharap agar perpindahan Ibu Kota bisa diurungkan atau ditunda.

"Yang saya khawatirkan kalau setelah Ibu Kota pindah ke sana ekonominya merosot. Saya kurang setuju," tutur Roy kepada CNNIndonesia.com di tepi jalan Pejaten Barat Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (20/1).



Dalam mencukupi kebutuhan sehari-harinya, Roy diketahui merupakan seorang pengemudi ojek online atau ojol dan tidak memiliki penghasilan tetap. Selama ini, ia kerap mengantar jemput orang-orang yang bekerja di kantor pemerintahan. Maka dari itu, ia khawatir apabila Ibu Kota dipindah, akan berdampak pada pekerjaannya.

Hal senada tampaknya juga disampaikan oleh warga lainnya yakni Willy Angga Saputra (27) yang mengaku tidak setuju dengan perpindahan Ibu Kota. Mengingat anggaran yang digunakan tidak kecil, maka menurutnya sebaiknya anggaran tersebut bisa digunakan untuk memperbaiki ekonomi yang lemah akibat pandemi COVID-19.

Menurut Willy, hingga saat ini masih banyak pengusaha yang terdampak pandemi COVID-19 dan harus merintis ulang usahanya. Selain itu, juga tidak sedikit masyarakat yang masih harus berjuang untuk bertahan hidup di tengah sapuan badai COVID-19.

Di sisi lain, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bahkan khawatir proyek perpindahan Ibu Kota itu akan mangkrak. Kemudian IKN Nusantara akan menjadi "kota hantu" seperti yang terjadi pada Ibu Kota Baru Naypidaw di Myanmar.

Bayu Satria selaku Ketua BEM UI menuturkan bahwa hal tersebut sangat mungkin terjadi pada IKN Nusantara. Pasalnya, pemilihan kota IKN dan perumusan kebijakannya dilakukan secara cepat dan minim keterlibatan publik.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts