Selamat! Pilot 19 Tahun Ini Jadi Wanita Termuda yang Berhasil Keliling Dunia Seorang Diri
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia

Zara Rutherford berhasil merebut rekor ini dari pilot sebelumnya asal Amerika Serikat, Shaesta Waiz yang berusia 30 tahun ketika dia mengelilingi dunia tanpa pendamping.

WowKeren - Berpetualang keliling dunia memang menjadi impian bagi sebagian orang. Namun yang lebih menantang adalah ketika petualangan itu dilakukan seorang diri.

Bukan dengan menggunakan alat transportasi umum, namun pribadi. Seperti itulah yang dilakukan oleh Zara Rutherford, gadis berusia 19 tahun yang baru-baru ini mencetak rekor menggembirakan.

Zara yang merupakan seorang pilot Inggris-Belgia, telah berhasil memecahkan dua Rekor Dunia Guinness, termasuk menjadi wanita termuda yang mengelilingi dunia sendirian. Ia mengakhiri perjalanannya dengan mendarat di Bandara Kortrijk-Wevelgem Belgia pada Kamis (20/1).

Ia telah berhasil menyelesaikan perjalanan sejauh lebih dari 32.300 mil. Berkat kerja kerasnya itu, ia mendapatkan penghargaan Guinness World Records untuk wanita termuda yang mengelilingi dunia sendirian dan wanita pertama yang mengelilingi dunia dengan pesawat microlight.


Zara berhasil merebut rekor ini dari pilot sebelumnya asal Amerika Serikat, Shaesta Waiz. Shaesta berusia 30 tahun ketika dia mengelilingi dunia tanpa pendamping pada tahun 2017 lalu.

Dalam pengakuannya, Zara mengatakan bahwa mulanya dia memperkirakan perjalanan untuk mencatat rekor itu akan memakan waktu sekitar 3 bulan ketika dia berangkat dengan pesawat ultralight Shark miliknya pada 18 Agustus. Namun karena sejumlah rintangan yang harus dihadapinya di sepanjang perjalanan maka rencana itu pun mundur.

Adapun sejumlah rintangan yang dimaksud yakni misalnya masalah visa, cuaca berbahaya, dan COVID-19. Menurutnya, bagian tersulit adalah saat terbang di atas Siberia.

"Saya akan mengatakan bahwa bagian tersulit adalah terbang di atas Siberia, sangat dingin. Suhu di darat minus 35 derajat Celcius," kata Zara kepada CNN. "Jika mesin mati, saya membutuhkan waktu berjam-jam untuk menanganinya, dan saya tidak tahu berapa lama saya bisa bertahan."

Selanjutnya, Zara berencana untuk belajar teknik komputer ketika dia mulai kuliah pada bulan September nanti. Ia mengatakan bahwa dia memiliki cita-cita ingin meningkatkan visibilitas bagi wanita dalam penerbangan.

(wk/zodi)


You can share this post!


Related Posts