Pesawat Bantuan Dari Australia Menuju Tonga Diputar Balik Gara-Gara Ada Kasus COVID-19
https://news.defence.gov.au/
Dunia
Pandemi Virus Corona

Tonga diketahui baru mengkonfirmasi satu kasus virus corona (COVID-19) selama pandemi dan memiliki kebijakan kontrol perbatasan yang ketat. Setiap pengiriman bantuan ke Tonga diharuskan memiliki sistem tanpa kontak.

WowKeren - Tonga menolak penerbangan yang berisi bala bantuan dari Australia usai kasus COVID-19 ditemukan di pesawat tersebut. Diketahui, bantuan internasional mulai berdatangan ke Tonga usai negara kepulauan di Pasifik tersebut diterjang tsunami yang dipicu letusan gunung berapi bawah laut pada Sabtu (15/1) pekan lalu.

Tonga sendiri baru mengkonfirmasi satu kasus COVID-19 selama pandemi dan memiliki kebijakan kontrol perbatasan yang ketat. Setiap pengiriman bantuan ke Tonga diharuskan memiliki sistem tanpa kontak.

Adapun pesawat yang berisi bantuan tersebut terbang dari Brisbane pada Kamis (20/1) sore. Menurut seorang juru bicara pertahanan Australia, pesawat tersebut kemudian berbalik arah di tengah penerbangan usai diketahui ada kasus COVID-19 di antara krunya.


Seluruh kru diketahui telah menjalani rapid test antigen dan menunjukkan hasil negatif sebelum keberangkatan, namun tes PCR menunjukkan adanya kasus positif COVID-19. Setelah kembali ke Australia, pasokan bantuan dipindahkan ke penerbangan lain yang lepas landas pada Jumat (21/1) hari ini.

Sebelumnya, Menteri Australia untuk pembangunan internasional dan Pasifik, Zed Seselja, mengatakan kepada ABC bahwa negaranya telah mengembangkan protokol untuk menjaga pasokan bantuan kemanusiaan agar bisa dikirimkan dengan cara yang aman dari COVID-19. Protokol tersebut meminimalisir kontak dari orang ke orang. Seselja menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mematuhi persyaratan apa pun yang dimiliki pemerintah Tonga bagi siapa pun yang memasuki negara itu.

"Kami sangat menghormati kebutuhan dan keinginan masyarakat Tonga untuk memastikan bahwa mereka tidak memiliki COVID masuk ke negara itu, meskipun melalui penerbangan kemanusiaan," paparnya.

Di sisi lain, lebih banyak kapal dan pesawat pembawa pasokan bantuan akan tiba di Tonga dalam beberapa hari mendatang. Kapal penopang maritim Selandia Baru, HMNZS Aotearoa, yang membawa 250.000 liter air dan mampu menghasilkan 70.000 liter per hari melalui pabrik desalinasi diperkirakan tiba di Tonga pada hari ini.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts