Biksu Buddha Zen Sekaligus Penentang Perang Vietnam Meninggal di Usia 95 Tahun
Dunia

Biksu Buddha itu adalah Thich Nhat Hanh yang selama hidupnya dikenal sebagai sosok yang penuh kasih dan perhatian dalam setiap mengajarkan ajarannya. Bahkan sosok Martin Luther King juga memujinya.

WowKeren - Kabar duka datang dari tokoh agama, penyair, sekaligus aktivis perdamaian yakni Biksu Buddha Zen, Thich Nhat Hanh. Namanya menjadi terkenal sebagai penentang perang Vietnam. Ia diketahui telah meninggal dunia di usia 95 tahun.

Kabar meninggalnya Thich Nhat Hanh tentu saja membawa kesedihan tersendiri bagi orang-orang terdekatnya. Dalam sebuah pernyataan di sosial media Twitter, komunitas Buddhis Internasional Plum Village yang didirikan oleh Thich Nhat Hanh itu menyampaikan pesan penuh haru.

"Guru tercinta kami meninggal dengan damai," bunyi pesan komunitas Buddhis Internasional itu pada Sabtu (22/1), di kuil Tu Hieu di Hue, Vietnam.

Melansir The Guardian, dalam sebuah karya dan penampilan publik selama beberapa dekade, Thich Nhat Hanh berbicara dengan nada lembut namun kuat tentang perlunya "berjalan seolah-olah Anda sedang mencium bumi dengan kaki Anda."

Sebelum meninggal, Thich Nhat Hanh diketahui menderita sakit stroke pada tahun 2014 silam. Akibat penyakitnya ini, ia tidak dapat berbicara dan kembali ke Vietnam untuk menjalani hari-hari terakhirnya di pusat kota Hue, Ibu Kota Kuno dan tempat kelahirannya, setelah menghabiskan sebagian besar masa dewasanya di pengasingan.


Sebagai pelopor Buddhisme di Barat, Thich Nhat Hanh membentuk sebuah biasa Desa Plum di Prancis dan berbicara secara teratur tentang praktik perhatian, mengidentifikasi, dan menjauhkan diri dari pemikiran tertentu tanpa penilaian kepada dunia usaha dan pengikut internasionalnya.

Thich Nhat Hanh diketahui juga mengajarkan bagaimana rasanya menjadi orang yang menderita. Selanjutnya, dari penderitaan itu, diajarkan untuk memanfaatkanya dengan baik dalam menciptakan kegembiraan dan kebahagiaan. Menurut ajarannya, seni kebahagiaan dan seni penderitaan itu selalu berjalan beriringan.

Thich Nhat Hanh lahir sebagai Nguyen Xuan Bao pada tahun 1926 silam. Kemudian ia ditahbiskan sebagai biksu ketika pemimpin revolusioner Vietnam, Ho Chi Minh memulai upaya untuk membebaskan negaranya dari penguasa kolonial Prancis.

Masih melansir The Guardian, Thich Nhat Hanh diketahui memiliki kemampuan berbicara dalam 7 bahasa, dan pernah mengajar di Universitas Princeton dan Columbia di Amerika Serikat pada awal 1960-an.

Kemudian Thich Nhat Hanh kembali ke Vietnam pada tahun 1963, untuk bergabung dengan oposisi Buddhis yang berkembang terhadap perang AS-Vietnam. Menjelang ouncak perang Vietnam di tahun 1960-an, ia bertemu dengan pemimpin hak-hak sipil Martin Luther King yang juga berhasil dibujuk untuk menentang konflik.

Atas hal tersebut, Thich Nhat Hanh dinobatkan sebagai "sosok perdamaian dan non kekerasan", serta dinominasikan untuk hadiah Nobel Perdamaian. Ia pun terkenal sebagai guru yang penuh perhatian dan kasih.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts