Seniman Amerika Ini Digugat Hermès Karena Jual NFT Terinspirasi Tas Birkin
AFP/Sam Yeha
Dunia
Fenomena NFT

Karya seni yang membuat Rothschild digugat Hermès adalah gambar-gambar tas berbulu yang dinamai 'MetaBirkins'. Hermès menuduh Rothschild mencoba mengambil untung dari merek dagangnya.

WowKeren - Fenomena non-fungible tokens alias NFT belakangan ramai diperbincangkan di Tanah Air usai seorang mahasiswa bernama Ghozali berhasil meraup miliaran rupiah karena menjual foto-foto selfie-nya di marketplace OpenSea. Banyak warganet yang kemudian mencoba peruntungan untuk meraih kesuksesan seperti Ghozali dengan menjual NFT.

Namun jangan sampai karya-karya yang dijual sebagai NFT justru menimbulkan masalah. Seperti yang dialami oleh seorang seniman Amerika bernama Mason Rothschild berikut ini.

Rothschild diketahui menjual karya seni digital buatannya sebagai NFT. Namun ia justru digugat oleh produsen barang mewah asal Prancis, Hermès, karena karyanya yang dijual sebagai NFT terinspirasi dari tas Birkin.

Karya seni yang membuat Rothschild digugat Hermès adalah gambar-gambar tas berbulu yang dinamai "MetaBirkins". Hermès menuduh Rothschild mencoba mengambil untung dari merek dagangnya.

"Merek MetaBirkins Terdakwa hanya menyontek merek dagang Birkin Hermès yang terkenal dengan menambahkan awalan generik 'meta' ke merek dagang terkenal Birkin," demikian kutipan pengaduan Hermès yang diajukan di New York.


Sementara itu, Rothschild mengatakan dalam sebuah posting online bahwa dia tidak membuat atau menjual tas Birkin palsu. "Saya telah membuat karya seni yang menggambarkan tas Birkin imajiner yang tertutup bulu," ujar Rothschild.

Menurut Rothschild, karya seninya itu memiliki kebebasan berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi Amerika Serikat (AS). Meski dijual sebagai NFT, Rothschild menegaskan bahwa produknya tetaplah sebuah karya seni.

"Seperti halnya memberi Andy Warhol hak untuk membuat dan menjual karya seni yang menggambarkan kaleng sup Campbell," lanjutnya. "Fakta bahwa saya menjual karya seni menggunakan NFT tidak mengubah fakta bahwa itu adalah seni."

Sebagai informasi, NFT adalah aset "satu-satunya" di dunia digital yang bisa dibeli dan dijual seperti properti lain namun tidak memiliki bentuk yang nyata. Untuk memahaminya, perlu diketahui bahwa aset fungible dalam ilmu ekonomi adalah suatu unit yang bisa dengan mudah dipertukarkan, contohnya adalah uang.

Sedangkan aset non-fungible berarti aset tersebut memiliki sifat yang unik sehingga tidak bisa dipertukarkan dengan sesuatu yang lain. Contohnya adalah lukisan Mona Lisa, orang-orang bisa mengambil foto lukisan tersebut atau membeli cetakannya, namun lukisan yang asli hanya ada satu di dunia.

Karya seni tradisional seperti lukisan bisa memiliki nilai yang sangat berharga karena mereka hanya ada satu, lain halnya dengan file digital yang bisa digandakan dengan mudah dan tanpa henti. Dengan NFT, karya seni digital bisa "ditoken" untuk membuat sertifikat kepemilikan digital yang dapat dibeli dan dijual.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts