Edy Mulyadi Akhirnya Minta Maaf dan Klarifikasi Pernyataan 'Kalimantan Tempat Jin Buang Anak'
Nasional
Edy Mulyadi Hina Kalimantan

Kekinian, Edy Mulyadi menyampaikan permintaan maaf serta klarifikasi atas pernyataan 'Kalimantan tempat jin buang anak' yang kontroversial melalui kanal YouTube 'Bang Edy Channel'.

WowKeren - Kritik jurnalis Edy Mulyadi terhadap rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) diduga menghina Kalimantan. Pasalnya, Edy menyebut Kalimantan yang akan menjadi tempat IKN baru sebagai "tempat jin buang anak".

Pemuda Lintas Agama di Kalimantan Timur bahkan melaporkan Edy ke polisi pada Minggu (23/1) imbas pernyataan tersebut. Kekinian, Edy menyampaikan permintaan maaf serta klarifikasi atas pernyataan kontroversialnya tersebut.

Melalui kanal YouTube "Bang Edy Channel", Edy mengungkapkan arti di balik kalimat "Kalimantan tempat jin buang anak". Menurut Edy, istilah "tempat jin buang anak" dipakai untuk menggambarkan sebuah tempat yang jauh.

"Di Jakarta, tempat jin buang anak itu untuk menggambarkan tempat yang jauh," ungkap Edy dalam video yang diunggah pada Senin (24/1). "Jangankan Kalimantan, istilahnya, kita mohon maaf ya, Monas itu dulu tempat jin buang anak. BSD Bumi Serpong Damai itu tahun 80-90an masih tempat jin buang anak. Istilah biasa."


Edy menilai ada pihak-pihak tertentu yang kemudian berusaha "memainkan" isu terkait pernyataannya. Meski demikian, Edy menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti dengan pernyataannya.

"Buat saya minta maaf itu benar-benar bukan masalah. Saya akan minta maaf. Itu mau dianggap salah, tidak salah, saya tetap minta maaf," lanjutnya. "Cuma yang saya sampaikan dalam konteks 'jin buang anak' itu menggambarkan lokasi yang jauh, terpencil. Kalau kemudian teman-teman di Kalimantan merasa terganggu segala macam, tentu saya mohon maaf."

Sebelumnya, pernyataan Edy turut disayangkan oleh Wakil Ketua DPD RI Mahyudin yang kebetulan merupakan orang Kalimantan. Ia berharap pihak kepolisian segera bertindak karena pernyataan Edy dikhawatirkan bisa menimbulkan keonaran dan keresahan di masyarakat.

"Terus terangsaya selaku orang Kalimantan merasa prihatin dan menyayangkan pernyataan bernada menghina yang dilakukan orang bernama Edy Mulyadi, mengenai Kalimantan dan warganya," jelas Mahyudin dalam keterangan tertulis, Minggu.

Menurut Mahyudin, yang dibutuhkan oleh Indonesia adalah semangat persatuan untuk mencapai kemajuan. Bukannya pernyataan yang justru bisa menimbulkan keonaran dan perpecahan di kalangan masyarakat.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts