Kapal Pesiar dari Singapura Siap Berlayar Keliling Asia Tenggara Mulai Tahun Ini
pixabay.com/Ilustrasi/Bernhard1960
Dunia

Cruises to nowhere atau pelayaran yang tidak akan menuju kemana pun tanpa pelabuhan pemberhentian selama perjalanan, saat ini telah diizinkan di Singapura.

WowKeren - Seiring dengan semakin meluasnya jangkauan vaksinasi di sejumlah wilayah dunia, kegiatan masyarakat perlahan mulai bangkit kembali. Pembatasan-pembatasan yang sangat ketat juga mulai dilonggarkan.

Tak terkecuali untuk sektor pariwisata. Kapal pesiar dari Singapura siap berlayar ke negara-negara Asia Tenggara mulai tahun ini. Jeannie Lim selaku Asisten Kepala Eksekutif Kelompok Kebijakan dan Perencanaan Singapore Tourism Board (STB) mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah memulai diskusi dengan pihak berwenang di kawasan ASEAN.

Selama konferensi media pada Selasa (25/1), dia mengatakan bahwa Singapura telah mengembangkan set pertama standar jelajah yang aman. Pemerintah Singapura juga disebutnya sedang dalam pembicaraan dengan pemerintah yang berbeda untuk menyelaraskan beberapa standar keselamatan ini.

Namun, ia mengingatkan bahwa proses itu kemungkinan akan memakan waktu. Yang jelas, ia berharap agar kapal pesiar sudah bisa mulai berlayar tahun ini.


"Proses ini akan memakan waktu," katanya. "Tapi kami berharap dapat memulai kembali port of call, semoga akhir tahun ini."

Sementara itu, cruises to nowhere atau pelayaran yang tidak akan menuju kemana pun tanpa pelabuhan pemberhentian selama perjalanan, saat ini memang diizinkan di Singapura. Praktik cruises to nowhere ini mulai dilakukan pada November 2020 lalu.

Itu disambut dengan sukses dan menyumbang sepertiga dari kapal pesiar secara global, meskipun kapal pesiar tidak berhenti di negara lain selama rentang pelayarannya. Cruises to nowhere saat ini ditawarkan oleh dua jalur pelayaran di Singapura.

Namun, praktik semacam ini mungkin akan segera berubah karena Spectrum of the Seas dari Royal Caribbean menawarkan pelayaran tiga hingga sembilan malam dengan pelabuhan pemberhentian di Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Menurut situs web jalur pelayaran, hal itu akan berlaku mulai 21 Oktober 2022. Lim mengatakan bahwa penumpang juga dapat menantikan pengalaman baru yang ditawarkan oleh pelayaran ini.

(wk/zodi)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terbaru