Korea Utara Lagi-lagi Tembakan Rudal, Disebut Jadi Peluncuran Kelima Selama Tahun 2022
AFP/KCNA
Dunia

Korea Utara selama ini memang dikenal sebagai negeri yang tengah mengembangkan rudal. Maka dari itu, Korut kerap kali meluncurkan uji coba rudal yang dikembangkannya.

WowKeren - Seperti yang diketahui, Korea Utara (Korut) selama ini telah kerap kali meluncurkan rudal. Di tahun 2022 ini, Korut tercatat telah menembakan rudal sebanyak 5 kali.

Pada Selasa (25/1), Militer Korea Selatan (Korsel) melaporkan bahwa Korut menembakkan sesuatu yang tampak seperti dua rudal jelajah dari daerah pedalaman ke laut. Pihaknya pun mencatat bahwa tembakan tersebut menjadi peluncuran rudal kelima di tahun 2022.

Melansir UPI, pada kali ini, Militer Korsel tidak merilis hal tersebut dalam sebuah pernyataan resmi. Melainkan disampaikan dalam briefing latar belakang dengan media lokal bahwa pihaknya masih melakukan analisis peluncuran rudal tersebut. Hal ini dikonfirmasi oleh seorang pejabat kepada UPI.

Seorang pejabat tersebut menuturkan bahwa peluncuran yang dilakukan pada Selasa (25/1) itu, terjadi setelah empat uji coba rudal balistik selama minggu-minggu pertama tahun 2022 lalu, termasuk sepasang yang diklaim Pyongyang sebagai senjata hipersonik.


Sementara itu, Presiden Korut Kim Jong Un, pada pekan lalu, diketahui juga menyarankan bahwa negara tersebut bisa melanjutkan uji coba rudal balistik antarbenua dan nuklir ketika alarm internasional tumbuh atas sikap negara rahasia yang semakin suka berperang. Di sisi lain, pada Senin (24/1), Pentagon mengatakan bahwa "sangat jelas tentang keprihatinan kami atas ambisi nuklir yang maju dan kemampuan rudal balistik Pyongyang."

"Kami terus mengutuknya dan menyerukan Korea Utara untuk menghentikan provokasi ini dan untuk mematuhi hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan ini dan untuk mencoba menemukan cara untuk mengurangi ketegangan," tutur Juru Bicara Pentagon, John Kirby pada konferensi pers.

Masih melansir UPI, Washington secara sepihak diketahui memberlakukan sanksi pada beberapa individu Korut atas tes tersebut dan pekan lalu memimpin seruan kepada Dewan Keamanan PBB untuk menambah sanksi. Akan tetapi proposal tersebut diketahui diblokir oleh Rusia dan Tiongkok.

Di sisi lain, peluncuran rudal jelajah pada Selasa (25/1) itu, disebut tidak melanggar resolusi Dewan Keamanan yang melarang Korut terlibat dalam kegiatan rudal balistik. Pada September lalu, Korut disebut melakukan uji coba rudal jelajah jarak jauh yang disebut sebagai "senjata strategis yang sangat penting".

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts