Australia Open Izinkan Penggemar Gunakan Kaos Bertuliskan 'Di mana Peng Shuai?' Asal Tak Mengganggu
EPA/Dave Hunt
Dunia

Bintang tenis perempuan asal Tiongkok itu sempat menjadi sorotan usai mengungkapkan kasus dugaan pelecehan seksual yang dialaminya. Atas hal ini, banyak pihak yang menyuarakan untuk membela petenis itu.

WowKeren - Bintang tenis perempuan asal Tiongkok Peng Shuai beberapa waktu lalu menjadi sorotan lantaran keberadaan sempat menghilang usai mengungkapkan dugaan pelecehan seksual yang dialaminya. Adapun dugaan pelecehan itu disebutkannya dilakukan oleh mantan Wakil Perdana Menteri Zhang Gaoli.

Kasus tersebut hingga saat ini belum diketahui kejelasannya. Hal ini lantas memicu aksi protes yang membela Peng Shuai, terutama para penggemarnya. Kali ini, pada ajang Australia Open, para penggemar Peng Shuai diketahui akan menyuarakan aksi protesnya itu dengan menggunakan kaos bertuliskan "Di mana Peng Shuai?" dalam bahasa Inggris.

Mengetahui hal tersebut, pihak penyelenggara Australia Open pun memberikan izin untuk mengenakan kaos tersebut, asal tidak mengganggu jalannya pertandingan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Tenis Australia Craig Tiley di tengah kritik terhadap sikap penyelenggara Grand Slam sebelumnya tentang masalah ini.

Sementara atas video yang beredar di media sosial pada pekan lalu soal pejabat keamanan yang menginstruksikan para penggemar Peng Shuai untuk melepas kaos tersebut, Badan Pengelola mengatakan bahwa turnamen Melbourne Park itu tidak mengizinkan adanya pernyataan politik.


"Sayangnya saya pikir ada banyak miskomunikasi dan kurangnya pemahaman tentang itu, karena itu bukan hanya tanggapan satu baris," tutur Tiley kepada kantor berita Reuters, Selasa (25/1).

"Seseorang yang mengenakan T-shirt mengatakan sesuatu tidak akan berdampak pada keselamatan. Tetapi ketika mereka mulai berkumpul sebagai sebuah kelompok, sebagai massa, dan mulai mengganggu, dengan cara atau bentuk apa pun, itu hal yang berbeda," lanjut Tiley. "Jika mereka datang untuk melakukan apa yang dilakukan orang lain untuk menikmati tenis dan jika mereka mengenakan T-shirt yang bertuliskan, 'Di mana Peng Shuai?', tidak apa-apa."

Tiley pun menyinggung mengenai beberapa orang yang mengenakan kaos seperti itu juga membawa spanduk di dua tinga besar. Dan hal ini pun tidak diizinkan, tetapi jika hanya sekadar memakai kaos dan tujuannya untuk menonton, maka diperbolehkan.

Melansir Al Jazeera, mantan pemain tenis Martina Navratilova menggambarkan bahwa reaksi dari Bada Pengelola itu sebagai sikap "pengecut" dan mengatakan penyelenggara menyerah pada Tiongkok dan menempatkan uang sponsor di atas masalah hak asasi manusia (HAM).

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts