Warga Kampung Tuban Menyesal Usai Jual Tanah, Ini Cara Kelola Aset Saat Jadi Miliarder Dadakan
Pixabay.com
Nasional
Kampung Miliarder Tuban

Nasib warga kampung miliarder di Tuban, saat ini diketahui memprihatinkan, bahkan menyesal telah menjual lahannya ke Pertamina. Berikut tips agar tidak bernasib sama saat menjadi miliarder dadakan.

WowKeren - Sekitar Februari 2021 lalu, warga kampung Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sempat menjadi sorotan. Pasalnya, seluruh warga tersebut mendadak menjadi miliader usai menjual tanah ke Pertamina.

Kini terungkap nasib pilu para warga kampung tersebut. Bahkan tak sedikit dari mereka yang mengaku menyesal telah menjual lahannya ke Pertamina. Hal ini terlihat saat sejumlah warga melakukan aksi unjuk rasa ke kantor PT Pertamina GRR Tuban pada Senin (24/1), dan menagih janji untuk mempekerjakan warga setempat.

Tidak hanya itu, sejumlah warga kampung Tuban tersebut juga banyak yang telah kehilangan pekerjaan. Beberapa di antaranya bahkan harus rela menjual ternaknya agar bisa tetap bertahan hidup.

Menanggapi fenomena tersebut, Perencana Keuangan Melvin Mumpuni mengatakan bahwa pengalaman warga kampung miliader itu bisa dijadikan sebuah pembelajaran bagi setiap orang dalam mengelola aset. Melvin mengungkapkan menjadi seorang miliader dadakan juga harus diimbangi dengan pengetahuan atau literasi cara mengelola uang yang baik dan benar.

Menurut Melvin, literasi membuat seseorang menjadi tidak lapar mata alias hanya membeli barang-barang komsumtif saat menjadi miliarder dadakan. Ia pun menegaskan tanpa ada pengetahuan dan perencanaan yang matang, maka uang berapapun juga bisa habis.

"Mereka menukarkan sawah yang menghasilkan pemasukan dengan mobil yang menghasilkan pengeluaran. Itu masalahnya," ungkap Melvin kepada Kompas.com, Rabu (26/1).

Berikut tips untuk mengelola aset saat menjadi miliarder dadakan:

1. Mengganti Sumber Pemasukan Lama Dengan yang Baru

Dalam kasus warga kampung miliarder Tuban itu, mereka menjual sumber pemasukan mereka yakni lahan pertanian. Maka dari itu, langkah pertama yang perlu dilakukan saat menerima uang miliaran pengganti adalah dengan mengubah sebagian uang tersebut untuk membuat sumber pemasukan yang baru.


Ibaratnya adalah uang pengganti tersebut merupakan hasil panen mereka untuk beberapa waktu ke depan yang dibayar dalam satu waktu. Maka dari itu, uang tersebut harus terus berputar agar tidak habis. Dan yang paling penting adalah membuat sumber pemasukan baru.

Menurut Perencana Keuangan Andi Nugroho, ada banyak sumber mata pencaharian baru yang bisa dibangun dari uang pengganti tersebut. Misalnya membuka toko kelontong atau menyewakan kendaraan untuk mengangkut hasil pertanian yang dibawa ke pasar.

2. Menyisihkan Sebagian Uang untuk Dana Darurat

Mengingat uang pengganti yang didapat bernilai cukup fantastis, maka juga diperlukan untuk menyisihkan sebagian sebagai dana darurat. Peran dana darurat itu sendiri menjadi penting dalam keuangan seseorang.

Dana darurat bisa sangat berarti apabila seseorang secara mendadak kehilangan pekerjaan atau tertimpa bencana lainnya yang tidak bisa diprediksi. Hal ini bisa meminimalisir untuk berutang dan memakai uang tabungan. Besaran dana darurat ini baisanya 6-12 kali pengeluaran bulanan. Sehingga apabila dalam satu bulan memiliki pengeluaran sebesar Rp3 juta, maka dana darurat yang disisihkan adalah Rp18-36 juta.

3. Menabung Dalam Instrumen Investasi

Hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah dengan menabungkan sebagian uang yang dimiliki ke beberapa instrumen yang bersifat investasi. Seperti saham, Surat Berharga Negara (SBN) ritel yang biasanya dikeluarkan pemerintah, hingga emas batangan.

4. Memenuhi Keperluan Keluarga

Setelah tiga poin penting itu, maka yang terakhir adalah menggunakan uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Setelah memenuhi tiga poin utama, barulah bisa membelanjakan uang tersebut untuk membeli barang-barang komsumtif seperti mobil, peralatan dapur, atau apapun yang dibutuhkan selama belum dimiliki.

Menurut Andi, sah-sah saja bila seseorang menggunakan uangnya untuk memberli barang-barang komsumtif. Namun setelah melakukan tiga poin penting sebelumnya.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts