Puncak Omicron Diprediksi Februari-Maret 2022, Tempat Rekreasi Diminta Disiplin Terapkan Prokes
AFP/Sonny Tumbelaka
Nasional

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno lantas meminta tempat rekreasi di Ibu Kota untuk mengantisipasi lonjakan kasus Omicron. Dengan demikian, pariwisata di Jakarta dapat melalui puncak Omicron dengan aman.

WowKeren - Pemerintah memperkirakan puncak kasus COVID-19 Varian Omicron di Indonesia terjadi pertengahan Februari hingga awal Maret 2022 mendatang. Di DKI Jakarta saja, kasus Omicron telah mencapai 1.697 kasus per Selasa (25/1).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno lantas meminta tempat rekreasi di Ibu Kota untuk mengantisipasi lonjakan kasus Omicron. Dengan demikian, pariwisata di Jakarta dapat melalui puncak Omicron dengan aman.

"Sangat berdampak, namun kita harus sanggup dengan protokol kesehatan," ujar Sandiaga. "Jadi, kita ingin melihat prokes semakin disiplin."

Sejumlah tempat rekreasi di DKI disebut Sandiaga kini sudah melakukan berbagai inovasi lewat teknologi untuk menggeliatkan pariwisata di masa pandemi. Salah satunya adalah Ancol.

"Sehingga mudah-mudahan kita bisa melalui puncak Omicron yang diperkirakan pada pertengahan Februari samapai awal Maret," papar mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.


Di sisi lain, Sandiaga juga menyambut baik sejumlah program yang dibuat oleh Perhimpunan Taman Rekreasi Indonesia. Hal tersebut dinilai dapat membuka lapangan kerja baru di Tanah Air.

"Kita pahami kebutuhan masyarakat salah satunya adalah untuk berkreasi secara prokes yang ketat dan disiplin dengan aplikasi PeduliLindungi," ujarnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah, dr Reisa Broto Asmoro, sempat mengungkapkan cara pemerintah memprediksi puncak kasus Omicron yang diperkirakan mulai bulan depan. Reisa menjelaskan bahwa prediksi gelombang kasus bisa diketahui karena memang ada studi kasus di lapangan.

"Kok tahu puncaknya, ya karena memang ada studinya. Kalau diperhatikan dari studi kasus yang ada di luar negeri, memang ada kaitannya dengan lama waktu varian (Omicron) ini menyebar di masyarakat," papar Reisa.

Meski demikian, prediksi lonjakan kasus Omicron dua bulan ke depan masih bisa diubah selama belum menjadi kenyataan. Hal ini bisa diwujudkan apabila masyarakat ikut andil membantu pemerintah, salah satunya dengan mematuhi protokol kesehatan.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait