Di tengah ancaman gelombang Omicron yang memicu naiknya angka kasus COVID-19, membuat sejumlah pihak mengkhawatirkan kegiatan PTM 100 persen. Terlebih juga telah ditemukan kasus COVID-19 di sejumlah sekolah.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Senin, 31 Januari 2022 - 14:45 WIB
WowKeren - Angka kasus COVID-19 di Indonesia saat ini diketahui tengah mengalami kenaikan. Hal ini lantas membuat khawatir sejumlah orangtua, di mana saat ini pemerintah juga masih menerapkan kebijakan pembelajaran tatap muka atau PTM 50 hingga 100 persen, meski berada di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2.
Belum lama ini, sekitar 34 sekolah di Kota Depok menghentikan sementara PTM 100 persen. "PTM sampai saat ini, ada 34 sekolah yang menghentikan kegiatan sementara, dari jenjang TK, SD, SMP, dan SMA," ungkap Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana dalam keterangannya, Senin (31/1).
Dadang mengungkapkan, sejauh ini pihaknya telah menemukan 239 kasus COVID-19 di lingkungan sekolah. Penularan ini terjadi pada peserta didik hingga tenaga pendidik. Maka dari itu, pihaknya masih akan terus melakukan pelacakan kontak erat atau tracing di sekolah-sekolah tersebut.
Dadang memaparkan dari 34 sekolah yang menghentikan PTM sementara itu, 17 di antaranya merupakan jenjang SMA, 3 SMP, 13 SD, dan 1 TK. Akan temuan kasus COVID-19 di lingkungan sekolah, pihaknya lantas menyampaikan kepada pemerintah pusat untuk meninjau atau mengevaluasi kebijakan PTM 100 persen.
"TK sudah ada kasus, ini kekhawatiran kami, karena untuk TK ini, mereka rata-rata belum divaksin karena syarat vaksin itu belum memenuhi," jelas Dadang.
Sementara itu, desakan untuk menghentikan PTM 100 persen selama satu bulan yang ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belakangan ini juga terdengar. Permintaan ini diketahui disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN Zita Anjani.
Adapun permintaan untuk menghentikan PTM 100 persen itu menyusul naiknya kasus COVID-19 varian Omicron dari pelaku perjalanan luar negeri maupun transmisi lokal.
"Mungkin kita bisa bilang off dulu sementara atau disiasati jangan lama-lama yah sementara satu bulan mungkin, karena penularan (COVID-19) kan sudah sampai 90 sekolah," papar Zita dalam keterangannya, Senin (31/1).
(wk/tiar)