Setelah mendapat arahan dari Jokowi untuk melakukan evaluasi kegiatan PTM di tiga provinsi, termasuk DKI Jakarta, Anies lantas memberikan tanggapannya. Kini ia bahkan menggelar rapat untuk membahas PTM.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Rabu, 02 Februari 2022 - 14:33 WIB
WowKeren - Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta agar kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) khususnya di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten untuk dievaluasi di tengah kenaikan kasus COVID-19. Atas hal ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun telah memberikan tanggapan.
Kini, Anies diketahui menggelar rapat bersama jajaran Pemprov DKI pada Rabu (2/2) hari ini. Rapat ini digelar terkait dengan penanganan COVID-19 hingga evaluasi PTM.
"Pembelajaran tatap muka kita masih evaluasi hari ini kami, Pak Gubernur dan jajaran akan rapat. Nanti akan kami informasikan ya," tutur Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (2/2).
Lebih lanjut, Ariza mengungkapkan bahwa Pemprov DKI bakal menyempurnakan regulasi terkait pembatasan kegiatan masyarakat yang sudah ada. Ia menyebut aturan tersebut nantinya akan dikoordinasikan dengan pemerintah pusat dan Satgas COVID-19.
"Kami terus monitoring, kami awasi, kami evaluasi dan terus kami mengambil langkah-langkah, mulai terus memperbaiki, menyempurnakan regulasi yang ada," papar Ariza.
Selain itu, Ariza juga menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta siap menambah tempat tidur di RS rujukan hingga menjamin ketersediaan oksigen, apabila terjadi lonjakan kasus COVID-19. Menurutnya, Satgas COVID-19 di Jakarta terus bekerja secara maksimal.
"Terus kita optimalkan satgas yang ada, mulai tingkat provinsi sampai tingkat RT sampai di sekolah," ungkap Ariza. "Semua bergantung masyarakat sendiri. Sebagai warga untuk senantiasa berada di rumah sebagai tempat terbaik, patuh taat prokes disiplin patuh dan tanggung jawab."
Seperti yang diketahui, Jokowi sebelumnya meminta pelaksanaan PTM di tiga provinsi termasuk DKI Jakarta untuk dievaluasi. Selain itu, Jokowi juga meminta ada penanganan berbeda terkait kasus Omicron, mulai dari edukasi hingga penyediaan obat-obatan.
"Dalam jangka pendek, kita harus memperkuat bagian di hilir, sosialisasi, edukasi yang masif untuk masyarakat yang positif tanpa gejala, untuk melakukan karantina mandiri dengan konsultasi dokter secara mandiri di puskesmas, di faskes, atau melalui telemedisin," tutur Jokowi dalam keterangan resmi, Selasa (1/2).
(wk/tiar)