Varian Omicron diketahui memiliki subvarian yang disebut lebih menular dibandingkan dengan mutasi COVID-19 aslinya. WHO sendiri juga menyampaikan sebaran subvarian Omicron di negara dunia.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Rabu, 02 Februari 2022 - 18:13 WIB
WowKeren - Virus COVID-19 hingga saat ini tampaknya masih terus berevolusi dan berkembang. Belum lama ini, varian Omicron juga memiliki subbvarian yakni BA.2.
Berdasarkan data awal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menunjukkan bahwa BA.2 sedikit lebih menular daripada varian Omicron. Kini menurut WHO, subvarian Omicron itu telah terdeteksi di 57 negara.
Sementara dalam pembaruan epidemiologi mingguannya, pada Selasa (1/2), WHO mencatat di beberapa negara, subvarian tersebut saat ini menyumbang lebih dari setengah semua kasus Omicron berurutan. Ada seikit yang diketahui tentang perbedaan antara subvarian tersebut, namun beberapa penelitian telah menyarankan bahwa BA.2 juga dikenal sebagai "varian siluman", lebih menular daripada subgaris keturunan asli.
Melansir Al Jazeera, Maria Van Kerkhove yang merupakan seorang ahli epidemiologi sekaligus pimpinan teknis WHO untuk pandemi COVID-19 mengatakan bahwa berdasarkan data awal, menunjukkan BA.2 memiliki "sedikit peningkatan dalam tingkat pertumbuhan dibandingkan BA.1", versi pertama dari varian Omicron.
Selain itu, Van Kerkhove juga mengatakan "tidak ada indikasi bahwa ada perubahan tingkat keparahan" pada subvarian BA.2. Mengingat varian Omicron memiliki tingkat penularan yang tinggi, pada umumnya diketahui menyebabkan penyakit yang tidak terlalu parah dibandingkan varian sebelumnya, seperti Delta.
WHO sendiri mengatakan bahwa Omicron yang menyumbang lebih dari 93 persen dari semua pasien COVID-19 yang dikumpulkan dalam satu bulan terakhir, memiliki beberapa subgaris keturunan yakni BA.1, BA.1.1, BA.2, dan BA.3.
Adapun versi pertama subvarian Omicron yang diidentifikasi sebagai BA.1 dan BA.1.1 masih mencakup lebih dari 96 persen dari semua kasus Omicron yang diserahkan ke GISAID, mengacu pada basis data pelacakan virus publik. Namun lembaga itu mencontohkan di beberapa bagian Eropa dan Asia, BA.2 sudah mulai menyebarlebih cepat dari BA.1.
Sementara WHO mengingatkan akan sebaran subvarian Omicron, Denmark justru mencabut pembatasan COVID-19, bahkan tidak lagi mewajibkan pemakaian masker. Di sisi lain, Denmark disebut menjadi satu-satunya negara di Uni Eropa yang membatalkan sebagian besar pembatasan COVID-19.
(wk/tiar)