Stasiun bawah tanah di Kyiv, Ukraina beralih jadi bunker pasca Rusia memulai serangan militer. Sementara warga Ukraina tampak berbondong-bondong tinggalkan ibu kota.
- Amelia Nur Fatimah
- Kamis, 24 Februari 2022 - 15:44 WIB
WowKeren - Presiden Rusia, Vladimir Putin sukses membuat dunia tekerjut dan khawatir usai mengumumkan operasi militer di Ukraina Kamis (24/2). Kementerian Dalam Negeri Ukraina mengatakan "invasi Rusia telah dimulai," dengan laporan bahwa pasukan melintasi perbatasan dari berbagai arah, dan ledakan di beberapa kota termasuk ibu kota Kyiv.
Sebelumnya, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengatakan dia telah mencoba menghubungi Putin pada hari Rabu (23/2) tetapi tidak berhasil. Volodymyr Zelensky memberlakukan darurat militer di seluruh negeri pada hari Kamis (24/2), mendesak warga untuk tetap tenang.
Melansir dari CNN, di ibu kota Ukraina, Kyiv, stasiun kereta bawah tanah telah berubah menjadi bunker improvisasi. Saksi-saksi di kota itu mengatakan kepada CNN bahwa stasiun-stasiun kereta bawah tanah itu penuh dengan orang-orang yang membawa perbekalan. Mereka disebut diatur dalam kelompok-kelompok.
Warga Ukraina disebut melarikan diri dari Kyiv. Foto-foto mulai muncul hari ini tentang lalu lintas padat di kota Kyiv, dengan antrean panjang mobil menuju keluar dari Kyiv.
Sementara itu, tak bisa dipungkiri, warga Ukraina merasa panik dan ketakutan dengan serangan dari militer Rusia. Suara serangan udara pun mulai terdangar bersam dengan suara ledakan yang bergemuruh di sekitar mereka.
"Sementara kami mendengar sirene (serangan udara), Anda dapat membayangkan betapa paniknya orang-orang di kota ini yang terguncang dari tempat tidur mereka karena ledakan gemuruh yang terjadi di sekitar kita," ungkap Matthew Chance dari CNN di Kyiv hari ini. .
Mattew melaporkan bahwa semua kendaraan terlihat menuju satu arah. Mereka berbondong-bondong menuju ke wilayah yang lebih aman di barat.
"Semua lalu lintas itu menuju ke satu arah. mengemudi secepat mungkin ke barat menuju daerah yang lebih aman, jika Anda mau, di negara itu, mungkin ke arah Polandia, yang berjarak tiga atau empat atau lima jam perjalanan dari dari sini. Anda dapat melihat arus lalu lintas yang hampir konstan penduduk negara ini bergerak ke arah barat, berlawanan arah dengan Rusia," pungkas Mathew.
(wk/amel)