Belarusia Disebut Siap Bergabung Dengan Rusia Untuk Menyerang Ukraina
AFP/Aris Messinis
Dunia

Hal ini diumumkan pejabat anonim Amerika Serikat (AS) tepat setelah referendum di Belarus pada Minggu (27/2) menyetujui konstitusi baru yang membuang status non-nuklir negara tersebut.

WowKeren - Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) mengklaim bahwa Belarusia berencana untuk bergabung dengan Rusia dalam invasi Ukraina. Hal ini diumumkan tepat setelah referendum di Belarus pada Minggu (27/2) menyetujui konstitusi baru yang membuang status non-nuklir negara tersebut. Ini berarti Belarus berpotensi menjadi tempat bagi senjata rusia.

Pejabat anonim tersebut mengatakan kepada Washington Post bahwa, "sangat jelas Minsk (Ibu Kota Belarusia) sekarang merupakan perpanjangan dari Kremlin". Meski demikian, pejabat tersebut tidak mengungkapkan secara detail berapa banyak pasukan Belarus atau dimana mereka akan dikerahkan.

Sebagai informasi, Belarus telah memberikan dukungan untuk upaya perang Rusia. Namun sejauh ini mereka belum mengambil bagian langsung dalam konflik tersebut.

Dinas Keamanan Negara Ukraina sebelumnya juga telah melaporkan bahwa serangan roket di Bandara Zhytomyr yang terletak sekitar 93 mil sebelah barat Kyiv diluncurkan dari wilayah Belarus. Sumber militer mengatakan bahwa pasukan khusus Belarusia juga tampak memuat pesawat dalam persiapan "serangan udara di Kyiv".


Sebelumnya, Belarus telah menyetujui reformasi konstitusi yang akan memungkinkan negara itu menjadi tuan rumah senjata nuklir. Menurut kantor berita Rusia, sekitar 65,2 persen orang yang mengambil bagian dalam referendum memberikan suara mendukung perubahan tersebut.

Hal ini bisa membawa senjata nuklir kembali ke tanah Belarusia untuk pertama kalinya sejak negara itu menyerahkannya pasca jatuhnya Uni Soviet. Presiden Alexander Lukashenko juga sempat mengatakan bahwa dia dapat meminta Rusia untuk mengembalikan senjata nuklir ke Belarus.

"Jika Anda (negara Barat) mentransfer senjata nuklir ke Polandia atau Lithuania, ke perbatasan kami, maka saya akan meminta Putin untuk mengembalikan senjata nuklir yang saya berikan tanpa syarat apa pun," ujarnya.

Referendum konstitusional yang menghapus status non-nuklir Belarusia membuka jalan bagi kerja sama militer yang lebih kuat dengan Rusia. Sebelumnya, Rusia telah mengerahkan pasukan ke wilayah Belarusia dengan dalih latihan militer dan kemudian mengirim mereka ke Ukraina sebagai bagian dari invasi yang dimulai pada Kamis pekan lalu.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait