Terancam usai diinvasi Rusia, militer Ukraina mempertaruhkan seluruh jiwa raganya untuk melindungi keamanan negaranya. Hal ini juga dapat dilihat dari perjuangan pemuda berusia 19 tahun yang tewas di medan perang.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 04 Maret 2022 - 09:01 WIB
WowKeren - Serangan yang diluncurkan oleh Rusia sejak dimulainya invasi penuh terhadap Ukraina tampaknya semakin buas. Akibat dari serangan ini pun diketahui telah menjatuhkan banyak korban jiwa.
Adapun salah satu yang menjadi korban atas serangan Rusia terhadap Ukraina itu adalah pemuda 19 tahun yang tewas saat membela negaranya melawan invasi dari negara yang dipimpin oleh Vladimir Putin itu. Pemuda berusia 19 tahun itu diketahui merupakan seorang biathlete Ukraina yakni Yevhen Malyshev.
Kabar meninggalnya Malyshev itu sendiri disampaikan oleh organisasi olahraga pada Rabu (2/3). Sementara itu, Persatuan Biathlon Internasional mengatakan bahwa Malyshev bertugas di militer Ukraina.
Menurut pernyataan bersama dari Atlet Ukraina dan Atlet Global, bahwa Malyshev meninggal dalam pertempuran melawan invasi militer Rusia. Dalam sebuah pernyataan tersebut, pihaknya juga menyampaikan "belasungkawa yang terdalam".
Atas kejadian tersebut, Dewan Eksekutif IBU mengutuk dan mengecam serangan Rusia di Ukraina dan dukungan yang diberikan oleh Belarusia. Atas hal ini, pihaknya pun mengumumkan larangan tidak terbatas pada semua atlet Rusia dan Belarusia dari kompetisi internasional atas rekomendasi Komite Olimpiade Internasional.
Sebagai informasi, Malyshev sebelumnya berada di tim junior biathlon Ukraina pada tahun 2018 lalu. Namun berdasarkan informasi yang tertuang dalam TMZ Sports, ia berhenti berkompetisi pada tahun 2020.
Selain Malyshev, ada juga sejumlah mantan atlet yang tewas saat berjuang membela dan melindungi negaranya dari serangan Rusia. Di antaranya adalah mantan pemain sepak bola Vitalii Sapylo dan Dmytro Martynenko.
Sebelumnya, polisi Moskow diketahui juga sempat menahan anak-anak yang hendak meletakkan bunga di Kedutaan Ukraina sebagai tanda penghormatan kepada mereka yang telah gugur dengan membawa poster bertuliskan "Tidak Untuk Perang". Namun kini anak-anak tersebut telah dibebaskan setelah beberapa jam ditahan.
(wk/tiar)