Kisah Mantan Aktor Singapura 'Tak Sengaja' Jadi Koresponden Perang di Ukraina
Dunia

Ix Shen sendiri rupanya merupakan satu dari enam warga negara Singapura yang tersisa di Ukraina. Ix Shen bertahan di negara tersebut bersama istrinya yang merupakan warga Ukraina.

WowKeren - Seorang mantan aktor Singapura bernama Ix Shen memilih untuk bertahan di Ukraina meski situasi di negara tersebut tengah memanas di bawah serangan Rusia. Kepada Channel News Asia

Sebagai informasi, Ix Shen terkenal di kalangan pemirsa televisi Singapura pada tahun 1990-an dan awal tahun 2000-an. Namun kini ia tiba-tiba kembali menuai sorotan karena "secara tak sengaja" menjadi koresponden perang di Ukraina.

Sejak Rusia menyerang pekan lalu, Ix Shen telah memberikan update mengenai situasi Ukraina kepada warga Singapura melalui platform media sosialnya. Fasih dalam dua bahasa, Ix Shen sukses menyalurkan kemampuannya berkomunikasi yang diasah dari pengalaman akting bertahun-tahun untuk memberikan gambaran singkat tentang kehidupan Ukraina. Ia dengan mudah berbicara dalam bahasa Inggris dan Mandarin untuk audiensnya, terutama yang ada di Singapura.

Ix Shen sendiri rupanya merupakan satu dari enam warga negara Singapura yang tersisa di Ukraina. Ix Shen bertahan di negara tersebut bersama istrinya yang merupakan warga Ukraina.


Dalam wawancara bersama CNA, Ix Shen mengungkapkan rencana evakuasinya. Menurutnya, evakuasi kini akan memberi lebih banyak risiko sebelum situasi stabil dan gencatan senjata dapat ditegakkan.

"Seperti tadi malam, ada dua ledakan yang menggetarkan jendela, untungnya tidak ada yang pecah," ungkapnya. "Dari kelompok sosial yang bisa kita lihat, sesuatu yang tidak bisa saya verifikasi, ada percobaan serangan rudal di stasiun kereta api."

Selain itu, Ix Shen juga mengungkapkan bahwa dirinya telah memiliki paket darurat yang terdiri dari tali, P3K, masker, helm, hingga senter. Ix Shen mengaku telah diberi pengarahan untuk sepenuhnya waspada saat mereka meningkatkan status darurat dan mengevakuasi unit kami serta langsung turun ke bunker.

"Tetapi seringkali kami telah melakukan ini setiap hari, pada kenyataannya, setiap mala, sehingga sering kali semua orang sudah tahu apa yang harus dilakukan," ujarnya. "Begitu mereka menaikkan status darurat, tas sudah dikemas, sepatu sudah dipakai, kita langsung saja ke bunker. Dan kami menunggu pertempuran berakhir. Dan begitulah kehidupan mulai untuk saat ini."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait