NATO Tolak Zona Larangan Terbang dari Ukraina, Presiden Zelenskyy Sampaikan Kritik Emosional
AFP/Sergei Supinsky
Dunia

Sikap NATO mengabaikan zona larangan terbang yang diajukan Ukraina memicu kecaman dari presiden Volodymyr Zelenskyy. Presiden Ukraina itu pun menyampaikan kritik keras pada NATO.

WowKeren - NATO telah menolak permintaan Ukraina untuk memberlakukan zona larangan terbang sebagai uapaya menghentikan pemboman Rusia. Tapi sekutu Barat memperingatkan Presiden Vladimir Putin tentang sanksi baru jika dia tidak menghentikan perang.

Melansir Aljazeera, sekretaris jenderal NATO, Jens Stoltenberg mengumumkan keputusan tersebut setelah pertemuan mendesak dari aliansi 30-anggota di Brussels. Dia menyebut bahwa jika NATO membantu Ukraina dalam melindungi langitnya dari rudal dan pesawat tempur Rusia, itu adalah sebuah langkah yang dapat mengakibatkan “perang penuh di Eropa yang melibatkan lebih banyak negara”.

"Kami bukan bagian dari konflik ini. Kami memiliki tanggung jawab sebagai sekutu NATO untuk mencegah perang ini meningkat di luar Ukraina karena itu akan lebih berbahaya, lebih menghancurkan dan akan menyebabkan lebih banyak penderitaan manusia,” jelasnya.

Sikap NATO itu pun memicu kritik keras dari Presiden Volodymyr Zelenskyy yang mengatakan langkah itu seperti memberi lampu hijau pada kampanye pemboman Rusia di negaranya. Zelenskyy pun mengkritik keputusan itu dalam sebuah pidato yang pahit dan emosional.


"Hari ini ada KTT NATO, KTT yang lemah, KTT yang membingungkan, KTT di mana jelas bahwa tidak semua orang menganggap pertempuran untuk kebebasan Eropa sebagai tujuan nomor satu," ujar Zelenskyy dalam pidato yang disiarkan televisi pada Jumat malam.

"Hari ini, kepemimpinan aliansi memberi lampu hijau untuk pemboman lebih lanjut di kota-kota dan desa-desa Ukraina, setelah menolak untuk menetapkan zona larangan terbang," sambungnya.

Seperti diketahui, Rusia melancarkan invasi ke Ukraina melalui darat, laut dan udara pada Kamis (24/2) dan menyebutnya sebagai “operasi militer khusus” yang bertujuan untuk mengusir “neo-Nazi” yang memerintah negara itu. Serangan yang kini telah berlangsung selama sembilan hari itu telah menewaskan dan melukai ribuan orang. Sementara lebih dari satu juta orang mencari perlindungan melintasi perbatasannya.

Zelenskyy mengatakan bahwa NATO sekarang juga memikul tanggung jawab atas kematian di Ukraina. "Semua orang yang mati mulai hari ini juga akan mati karena Anda, karena kelemahan Anda, karena kurangnya persatuan Anda,” pungkas Zelenskyy.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait