Fenomena ini terjadi menyusul diberlakukannya sanksi internasional terhadap Rusia. jumlah perusahaan Rusia yang menyerbu untuk membuka akun mencapai sekitar 200-300.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 05 Maret 2022 - 15:36 WIB
WowKeren - Sebuah bank Tiongkok telah mencatat lonjakan jumlah permintaan di cabang Moskow dari perusahaan Rusia yang tertarik untuk membuka rekening. Fenomena ini terjadi menyusul diberlakukannya sanksi internasional terhadap negara tersebut, sebagaimana dilaporkan Reuters.
Tak tanggung-tanggung, jumlah perusahaan Rusia yang menyerbu untuk membuka akun mencapai sekitar 200-300. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh sebuah sumber dari bank. Banyak dari perusahaan tersebut yang menjalankan bisnis di Tiongkok dan jumlah transaksi dalam yuan diperkirakan akan meningkat.
Adapun beberapa bank Tiongkok yang beroperasi di Rusia antara lain Industrial & Commercial Bank of China (ICBC), Agricultural Bank of China (ABC), China Construction Bank (CCB) dan Bank of China (BOC). Sebagaimana diketahui, beberapa bank Rusia telah terputus dari sistem pembayaran global SWIFT, oleh AS, Kanada, dan para pemimpin Eropa lainnya.
Tak hanya itu, bank sentral Rusia juga tak dimungkinkan untuk menyebarkan cadangan internasionalnya dengan cara yang melemahkan dampak sanksi. Sementara itu, bank Tiongkok yang dimaksud memiliki cadangan devisa sekitar 640 miliar dolar AS, sebagian besar berada di kota-kota seperti New York, Frankfurt dan London.
Sanksi yang diberlakukan dunia internasional terhadap Rusia telah menyebabkan mata uang negara itu jatuh hingga hampir 30 persen terhadap dolar AS, sebagaimana dilaporkan CNBC. Tiongkok menyatakan akan tetap melanjutkan kerja sama perdagangan normal dengan Rusia.
Kedua negara juga memiliki alternatif lokal untuk SWIFT, seperti System for Transfer of Financial Messages (STFM) untuk Rusia dan Cross-Border Interbank Payment System (CIPS) untuk Tiongkok. Sistem ini beroperasi dalam mata uang kedua negara itu sendiri. Kendati demikian, keduanya dinilai tak akan mampu menggantikan SWIFT.
Meskipun penggunaan yuan meningkat untuk perdagangan energi antara Tiongkok dan Rusia, sebagian besar masih dilakukan dalam dolar AS. Meski volume perdagangan Tiongkok-Rusia telah menyumbang sekitar 18 persen dari keseluruhan perdagangan Rusia tahun 2021 namun Uni Eropa adalah mitra dagang terbesar Rusia dengan angka dua kali lipat jumlah itu.
(wk/zodi)