Menyusul popularitas 'Juvenile Justice', Kim Hye soo bersama dengan beberapa praktisi hukum terlibat perbincangan yang diadakan di media sosial Twitter. Karakternya mendapat pujian seorang mantan hakim.
- Intan Maharani
- Sabtu, 05 Maret 2022 - 19:50 WIB
WowKeren - "Juvenile Justice" tengah menjadi pusat perhatian pemirsa dengan menembus posisi 10 besar daftar acara paling populer Netflix secara global. Drama yang dibintangi Kim Hye Soo ini berada di peringkat 2 Netflix Indonesia per Sabtu (5/3).
"Juvenile Justice" mengangkat tentang kejahatan yang dilakukan oleh anak berusia remaja semakin kejam seiring berjalannya waktu namun pelaku biasanya tidak dijatuhi hukuman serius. Alur cerita berpusat pada Shim Eun Seok (Kim Hye Soo) yang melanggar kebiasaan membebaskan anak di bawah umur atas tindak kriminal dan mengatur caranya sendiri untuk menghukum mereka.
Baru-baru ini, Kim Hye Soo, penulis Kim Min Seok, mantan hakim Jung Jae Min yang kini menjadi penulis, profesor kriminologi Park Ji Sun dan Daniel Lindeman duduk bersama dalam sebuah acara di Twitter Blue Room Live. Siaran langsung tersebut ditonton sebanyak 820 ribu pengguna Twitter. Pada kesempatan tersebut, mereka mendiskusikan mengenai kejahatan remaja yang menjadi topik utama drama "Juvenile Justice".
Atas penampilan memukau Kim Hye Soo dan Kim Moo Yeol pemeran Cha Tae Joo, mantan hakim Jung Jae Min memuji mereka. "Hakim sebenarnya seperti Shim Eun Seok dan Cha Tae Joo. Itu terasa realistis ketika dibentuk menjadi dua karakter yang membuat hatiku bertarung dan menciptakan hubungan berlawanan. Mereka membangkitkan emosi lewat aktingnya," komentarnya.
Jung Jae Min juga menceritakan bagaimana para hakim menghadapi pekerjaannya di dunia nyata. Sehingga ia senang melihat kinerja hakim ditunjukkan dalam "Juvenile Justice" yang mendekati ideal. Sikap Shim Eun Seok di episode 1 yang meletakkan foto korban di depannya juga menarik perhatian sang mantan hakim.
"Pada kenyataannya, di pengadilan, hakim hanya menghadapi mereka yang sudah diidentifikasi sebagai pelaku. Senang melihatnya (Shim Eun Seok) mencoba meyeimbangkan penilaian dengan foto korban di depannya," lanjut Jung Jae Min.
Di sisi lain, profesor Park Ji Sun, seorang ahli psikologi kriminal memberikan pendapatnya mengenai "Juvenile Justice" sebagai praktisi hukum. Profesor tersebut juga menyoroti permasalahan yang digambarkan dengan baik dalam drama ini.
"Ini adalah karya yang menghasilkan kesimpulan khusus dan membuat pemirsa berpikir tentang bagaimana melakukan pendekatan kejahatan remaja melalui berbagi kasus dan sudut pandang dari sejumlah hakim," kata Park Ji Sun.
Menurutnya, ada satu hal yang ditunjukkan dengan baik oleh "Juvenile Justice" adalah mengenai struktur kejahatan remaja. Ada perbedaan mencolok mengenai kejahatan yang dilakukan anak-anak di bawah umur dan orang dewasa. Orang dewasa cenderung melarikan diri ketika melakukan kejahatan, sedangkan anak-anak menetap pada lingkungannya sendiri.
Begini penjelasan profesor Park Ji Sun, "Salah satu hal yang digambarkan dengan sangat baik dalam drama ini adalah hubungan antara kaki tangan. Tidak seperti orang dewasa, pelaku remaja punya kemungkinan besar mempunyai kaki tangan. Di dalam kelompok, ada anak-anak yang lebih lemah di sekitar mereka yang kemudian dieksploitasi dan diserang. Penting untuk memutuskan rantai kaki tangan ini."
Para ahli hukum tersebut membuat kesimpulan hampir serupa dengan pesan yang terkandung dalam "Juvenile Justice". Mereka perpendapat bahwa kejahatan remaja adalah masalah masyarakat bersama dan tidak bisa diperbaiki tanpa perbaikan sistem.
(wk/inta)