Pihak Rudy Salim menegaskan jika perusahannya hanya merupakan tempat menjual mobil saja, tidak ada sangkut paut dengan pencucian uang atau kasus Indra Kenz yang pernah membeli mobil di tempatnya.
- Dian
- Jumat, 11 Maret 2022 - 20:56 WIB
WowKeren - Kasus dugaan penipuan berkedok trading binary option aplikasi Binomo yang menyeret nama Indra Kenz akhirnya membuat nama Rudy Salim ikut disebut-sebut dalam pemberitaan. Rudy Salim adalah pengusaha terkenal yang memiliki showroom mobil mewah.
Indra Kenz sendiri memang pernah membeli mobil-mobil mewah di showroom Rudy Salim. Oleh karena itu Rudy Salim ikut terbawa pemberitaan Indra Kenz. Bukan sekali dua kali, tapi Indra Kenz terbukti beberapa kali membeli mobil mewah di showroom Rudy Salim yang terekam di kanal YouTube dan TikTok miliknya.
Indra Kenz diketahui pernah iseng membeli mobil mewah, seperti Toyota Supra GR di Showroom Prestige Image Motorcars pada Januari 2021. Pernah menyebut bosan punya Tesla dan Ferrari, Indra Kenz kembali membeli mobil. Dia membeli mobil Lamborghini warna merah seharga Rp 9 miliar.
Kekasih Indra Kenz, Vanessa Khong lantas melirik Roll-Royce dengan harga sama. Dua mobil itu langsung dibeli tunai Rp 18 miliar di Showroom Prestige Image Motorcars.
Kuasa hukum Prestige Motorcars yang diwakili Frank Hutapea menegaskan pihaknya tidak mau dilibatkan dalam kasus Indra Kenz. Sama seperti Rudy Salim, mereka hanya sebatas berjualan mobil saja.
"Prestige Motocars tidak ada hubungannya dengan industri yang dibangun oleh Indra, maupun asal-usul uangnya. Kita (Prestige Motocars) murni jual beli mobil, tidak pernah terlibat dalam usaha si pembeli mobil. Kita bukan penadah," tegas Frank Hutapea.
Sementara itu, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavanda, menjelaskan bahwa penyedia barang dan jasa para afiliator bisa terancam sanksi hukum. Sanksi hukum itu bisa dijatuhkan jika mereka tidak melaporkan transaksi pembelian barang-barang mewah para afiliator.
"Akan dilakukan upaya bagaimana pengenaan sanksi hukum terhadap agen rumah atau dealer mobil mewah yang tidak melaporkan (pembelian para afiliator)," jelas Ivan Yustiavanda. "Diharapkan pihak-pihak yang melakukan kegiatan (penjualan barang dan jasa) aware. Once itu terbukti menipu, (mereka ikut) melakukan tindak pencucian uang," tegasnya.
(wk/dian)