WHO Mulai Bahas Kapan dan Bagaimana Terkait Kriteria Berakhirnya Pandemi COVID-19
AFP/Fabrice Coffrini
Dunia

Banyak negara telah mengambil langkah yang lebih longgar untuk kembali ke perilaku sosial yang lebih normal. Protokol kesehatan seperti masker dan karantina telah dilonggarkan.

WowKeren - Selama lebih dari dua tahun pandemi COVID-19 telah menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia hingga memakan korban jiwa. Namun seiring berjalannya waktu ketika vaksin mulai diedarkan ke seluruh dunia dan protokol kesehatan yang ketat terus dilakukan, maka penyebaran mulai menurun.

Bahkan sejumlah negara telah melonggarkan perbatasan mereka untuk memulihkan diri dari pandemi. Para pakar kesehatan di Organisasi Kesehatan Dunia (PBB) juga telah mulai membahas bagaimana dan kapan mengakhiri mengakhiri krisis global COVID-29.

Mereka mendalami apa yang akan menjadi tonggak penting setelah lebih dari dua tahun pandemi. WHO mengatakan saat ini tidak mempertimbangkan deklarasi semacam itu namun diskusi lebih ke berfokus pada kondisi apa yang pada akhirnya akan menandakan bahwa darurat kesehatan masyarakat yang diumumkan pada 30 Januari 2020, telah berakhir.

Deklarasi semacam itu akan menambah momentum bagi mundurnya banyak kebijakan terkait kesehatan masyarakat di era pandemi. "Komite Darurat Peraturan Kesehatan Internasional untuk COVID-19 sedang mempertimbangkan kriteria yang diperlukan untuk menyatakan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional telah dihentikan," kata WHO.


Sebagaimana diketahui, banyak negara di dunia telah mengambil langkah yang lebih longgar terkait COVID-19 untuk kembali ke perilaku sosial yang lebih normal. Protokol kesehatan seperti masker dan karantina telah dilonggarkan dan perbatasan antar negara juga telah dibuka.

Tidak seperti penyakit endemi lainnya semacam malaria dan TBC, meski COVID-19 turun ke tingkat yang lebih rendah, para peneliti memperingatkan bahwa penyakit ini masih cenderung menyebabkan ribuan kematian setiap tahunnya. Tidak menutup kemungkinan juga bisa muncul varian lainnya.

David Heymann, mantan ahli epidemiologi WHO dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengatakan jika banyak negara tak lagi mengandalkan WHO. "Mereka tidak mengabaikan WHO, tetapi mereka lebih bergantung pada kelompok penasihat ilmiah nasional dan regional," ujarnya.

Adapun metrik utama bagi negara-negara yang mempertimbangkan untuk keluar dari status darurat adalah kekebalan populasi. Yang mana itu merupakan proporsi orang yang memiliki beberapa antibodi terhadap virus baik dari imunisasi, infeksi, atau keduanya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait