Barack Obama Positif COVID-19 Alami Gatal Tenggorokan, Pastikan Kondisinya Baik-Baik Saja
Instagram/barackobama
Dunia
Pandemi Virus Corona

Obama juga mengumumkan bahwa istrinya, Michelle Obama, menunjukkan hasil negatif dalam tes COVID-19 yang dilakukannya. Dia bersyukur dia dan istrinya telah divaksinasi.

WowKeren - Virus corona dapat menyerang siapa pun. Setiap orang berpotensi terpapar virus ini tak terkecuali mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Pada Minggu (13/3) ia mengumumkan bahwa dirinya telah dikonfirmasi positif COVID-19. Hal itu ia sampaikan dalam cuitan di Twitter. Dalam unggahan itu, ia mengatakan bahwa dirinya sempat mengalami gejala berupa tenggorokan gatal.

Kendati demikian, ia memastikan bahwa saat ini kondisinya baik-baik saja. Ia juga mengumumkan bahwa istrinya, mantan ibu negara Michelle Obama, menunjukkan hasil negatif dalam tes COVID-19 yang dilakukannya. Obama melanjutkan bahwa dia bersyukur dia dan istrinya telah divaksinasi terhadap virus.

"Saya baru saja dinyatakan positif COVID," tulisnya. "Tenggorokan saya gatal selama beberapa hari, tetapi sebaliknya saya merasa baik-baik saja. Michelle dan saya bersyukur telah divaksinasi dan diberi booster dan dia dinyatakan negatif."


Lebih jauh, ia pun mengingatkan warga Amerika lainnya yang belum mendapatkan vaksinasi agar segera melakukannya. Bahkan meski kasus COVID-19 telah menurun, vaksin menurutnya masih perlu untuk dipertimbangkan.

"Ini adalah pengingat untuk divaksinasi jika Anda belum melakukannya, bahkan saat kasus menurun," lanjutnya.

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) melaporkan bahwa 75,2 persen orang dewasa AS telah divaksinasi lengkap. Sebanyak 47,7 persen dari mereka yang divaksinasi lengkap juga telah menerima suntikan booster.

CDC juga telah melonggarkan pedomannya terkait pemakaian masker dalam ruangan pada akhir Februari. Mereka telah mengambil pendekatan yang lebih holistik yang mana itu artinya sebagian besar orang Amerika tinggal di daerah tanpa rekomendasi untuk masker dalam ruangan di ruang publik.

CDC juga baru-baru ini telah merilis data baru yang menunjukkan bahwa suntikan vaksin mampu melindungi terhadap penyakit simtomatik dengan berbagai varian virus. Data baru tersebut juga "menambah bukti bahwa vaksinasi COVID-19 pada anak-anak dan remaja yang memenuhi syarat dapat memberikan perlindungan, terutama terhadap penyakit COVID-19 yang parah dan selama penyebaran omicron."

(wk/zodi)

You can share this post!