Kecelakaan nahas itu menewaskan sembilan orang dan melukai dua lainnya, sebagaimana dilaporkan oleh Dewan Keselamatan Transportasi Nasional pada Kamis (17/3).
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 18 Maret 2022 - 11:31 WIB
WowKeren - Sebuah insiden terjadi di Texas ketika seorang anak berusia 13 tahun mengemudikan truk pickup hingga menabrak sejumlah orang. Truk yang dikemudikannya menabrak sebuah van yang membawa pegolf University of the Southwest.
Kecelakaan nahas itu menewaskan sembilan orang dan melukai dua lainnya, sebagaimana dilaporkan oleh Dewan Keselamatan Transportasi Nasional pada Kamis (17/3). Wakil Ketua NTSB Bruce Landsberg mengatakan penyelidik dapat mengidentifikasi pengemudi truk pickup Dodge 2500 Ram berdasarkan ukuran tubuhnya.
Mereka menambahkan bahwa Henrich Siemens, 38 tahun, berada di truk bersama bocah itu pada saat kecelakaan. Informasi awal menunjukkan bahwa ban depan kiri truk pikap adalah ban cadangan yang gagal sehingga menyebabkan kendaraan masuk ke lalu lintas di jalan dua jalur karena kedua kendaraan kemungkinan melaju mendekati batas kecepatan 75 mph, kata Landsberg.
Landsberg mengatakan timnya sedang memeriksa semua bukti dari tempat kejadian. Kuat kemungkinan bahwa itu memang sebuah kecelakaan akibat kecepatan tinggi. "Sangat jelas tabrakan dengan kecepatan tinggi," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa cukup banyak penumpang bus yang tidak mengenakan sabuk pengaman pada saat kecelakaan. "Kami memiliki ribuan gambar yang diambil oleh berbagai responden pertama," lanjutnya.
Pengemudi dan Siemens termasuk di antara mereka yang tewas dalam kecelakaan itu bersama dengan seorang pelatih golf dan 6 orang lainnya. Dua orang dilaporkan selamat dari kecelakaan itu dan sedang dirawat di rumah sakit di Lubbock, Texas.
Rektor Universitas Southwest Ryan Tipton mengatakan bahwa para siswa sedang memulihkan diri. "Saya berbicara dengan orang tua dan mereka ada di sana bersama mereka dan mereka terus memulihkan diri," ujarnya.
Tipton menambahkan bahwa sebagian besar siswa berada di luar kampus untuk liburan musim semi. Namun pihak sekolah berencana untuk mengadakan upacara peringatan bagi para korban ketika kelas dilanjutkan. "Kami berlari sebagai kesatuan, kami berlari bersama dan (ketika) salah satu dari kami terluka, kami semua terluka," pungkasnya.
(wk/zodi)