Kenalkan Kurikulum Sejarah Baru, PM Jacinda Ardern Malah Tuai Kritik
AFP/Marty Melville
Dunia

Perdana Menteri Jacinda Ardern telah memperkenalkan kurikulum sejarah baru yang berfokus pada hubungan antara kolonial dan penduduk Maori yang mana itu menuai kritik.

WowKeren - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern telah memperkenalkan kurikulum sejarah baru untuk siswa. Kurikulum itu berfokus pada hubungan antara kolonial dan penduduk Maori.

Sesuai namanya, kurikulum itu akan memusatkan perhatian pada tiga poin utama yakni pengakuan bahwa sejarah Maori adalah sejarah dasar dan berkelanjutan Aotearoa Selandia Baru dan bahwa penjajahan dan pemukiman telah menjadi pusat sejarah Aotearoa Selandia Baru selama 200 tahun terakhir. Kurikulum juga akan mencakup fokus pada bagaimana perjalanan sejarah Selandia Baru telah "dibentuk oleh kekuasaan".

"Konten kurikulum baru telah dibuat agar fleksibel sehingga memungkinkan konteks lokal, nasional, dan global yang mencakup berbagai pengalaman warga Selandia Baru untuk dimasukkan," kata Ardern. "Ini akan membantu kami memahami tempat unik kami di dunia dan menyoroti apa yang telah menjadikan Selandia Baru negara seperti sekarang ini."

Menurutnya, itu merupakan tonggak penting yang akan mampu membantu menghidupkan sejarah bangsa. Ardern mengatakan bahwa memperkenalkan perubahan adalah salah satu momen paling membanggakan darinya saat memimpin negara itu.


Reaksi yang muncul pun beragam. Selain dukungan, Ardern juga menuai kritik tajam. Juru bicara ACT Education Chris Baillie mengklaim jika kriteria baru hanya akan mengelompokkan sejarah menjadi penjahat dan korban dan mengandung kesenjangan yang signifikan.

"Kita harus mempelajari sejarah masyarakat multi-etnis kita," tegasnya. "Kurikulum mendorong sejumlah narasi sayap kiri, termasuk tentang negara kesejahteraan, perampasan budaya, dan kemitraan antara Crown dan Maori."

Baillie menegaskan bahwa penjajahan terus mempengaruhi semua aspek masyarakat Selandia Baru. "Ini menyedihkan dan salah serta mengabaikan unsur-unsur masyarakat kita yang tidak tersentuh oleh penjajahan," katanya.

Di lain sisi, ada juga pihak yang menanggapi positif langkah Ardern. Berbeda dengan Baillie, Menteri Pendidikan Chris Hipkins sangat mendukung perubahan yang akan diperkenalkan pada 2023.

"Keragaman kami adalah kekuatan kami, tetapi hanya ketika kami membangun koneksi satu sama lain," paparnya. "Kita bisa maju bersama, lebih kuat ketika kita memahami banyak jalan yang dilalui nenek moyang kita untuk membawa kita ke hari ini."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait