Wagub DKI Ungkap Sejumlah Persoalan Jakarta yang Mungkin Bisa Teratasi Pasca IKN Pindah ke Kaltim
Pxhere
Nasional
Ibu Kota Baru Indonesia

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria yakin bahwa Jakarta bisa sejajar dengan kota besar lainnya di dunia. Jakarta diharapkan bisa menjadi daya tarik seluruh warga dari seluruh penjuru Tanah Air maupun mancanegara.

WowKeren - Rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur masih terus dimatangkan. Pemprov DKI sendiri tengah mempersiapkan kota Jakarta sebagai pusat ekonomi dan bisnis pasca tak lagi menjadi IKN.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria yakin bahwa Jakarta bisa sejajar dengan kota besar lainnya di dunia. Jakarta diharapkan bisa menjadi daya tarik seluruh warga dari seluruh penjuru Tanah Air maupun mancanegara.

"Jadi visi Jakarta ke depan setelah tidak lagi jadi ibu kota negara adalah tidak hanya menjadikan Jakarta sebagai kota di Indonesia, namun juga bisa berada di dalam orbit kota metropolitan dunia," ungkap Riza pada Rabu (23/3). "Saingan Kota Jakarta bukan lagi kota-kota lain di Indonesia. Saingan Kota Jakarta ke depan adalah Singapura, Kuala Lumpur, Washington, Sydney, dan lain-lain."

Lebih lanjut, Riza juga menilai bahwa pemindahan IKN dapat mengatasi sejumlah persoalan di Jakarta dengan banyaknya warga yang akan pindah ke IKN Nusantara. Di antaranya adalah ancaman penurunan permukaan tanah hingga kemacetan.

"Dengan hadirnya IKN di Kaltim, Ibu Kota Nusantara, Jakarta justru semakin baik lagi karena ada pergeseran jumlah penduduk, sehingga Jakarta mungkin dapat mengurangi kemacetan, turunnya muka air, mengurangi polusi dan sebagainya. Insya Allah Jakarta lebih baik lagi," paparnya.


Menurut Riza, Pemprov DKI kini tengah mempersiapkan konsep naskah akademik RUU Kekhususan Jakarta. RUU tersebut diharapkan bisa mengakomodasi kepentingan Jakarta untuk menjadi kota yang lebih baik pasca tak lagi menjadi IKN.

"Masa depan Jakarta pasca-pemindahan kota, pasca-pemindahan ibu kota, harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk menjadi kota yang lebih maju lagi," tukasnya. "Terutama sebagai kota pusat bisnis dan ekonomi."

Di sisi lain, IKN Nusantara nantinya akan menjadi pusat pemerintahan yang baru. Dengan demikian, gedung-gedung pemerintahan di Jakarta diperkirakan akan kosong. Menteri Keuangan Sri Mulyani pun membahas soal hal ini.

"Kami sebagai bendahara negara akan lihat aset-aset yang ada di DKI. DKI sendiri harus di-develop menjadi sebuah kota yang sekarang, tanpa ibu kota negara. Di sana ada alternatif. Jadi ini lah suatu proses yang menurut saya sedang berjalan," papar Sri Mulyani dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2022, Selasa (22/3).

Jakarta rencananya akan dikembangkan menjadi pusat ekonomi. Meski demikian, pengaturan lengkap perubahan jakarta masih dalam pembahasan.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts