Serangan tersebut mengenai kilang minyak yang lokasinya tidak jauh dari arena balap mobil F1. Terkait hal ini, pihak penyelenggara memastikan ajang balap itu tetap dilanjutkan.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Sabtu, 26 Maret 2022 - 09:58 WIB
WowKeren - Peristiwa nahas menimpa gelaran balap F1 Arab Saudi. Kebakaran hebat dilaporkan terjadi di sebuah kilang minyak di Kota Saudi, Jeddah. Adapun kebakaran ini diduga berasal dari serangan rudal.
Adapun pemberontak Houthi di Yaman mengaku bahwa serangan rudal yang menyebabkan kilang minyak terdekat di Jeddah mengalami kebakaran itu merupakan perbuatan kelompoknya. Meski demikian, penyelenggara Grand Prix Arab Saudi mengatakan bahwa balapan mobil diperkirakan akan terus berlanjut meski ada serangan tersebut.
Serangan rudal yang diluncurkan oleh kelompok pemberontak tersebut mengakibatkan sebuah kilang minyak Aramco yang dikelola oleh negara sekitar 6 mil sebelah timur dari sirkuit jalanan dilalap api pada Jumat (25/3) malam. Meski demikian, pihak berwenang Saudi mengatakan bahwa mereka telah mengendalikan kobaran api dan beruntungnya tidak ada korban yang dilaporkan.
Sementara itu, seorang perwakilan militer untuk pemberontak Houthi yang saat ini diketahui terlibat dalam perang saudara melawan pemerintah Yaman yang didukung Saudi mengaku bertanggung jawab atas rudal tersebut.
Terkait dengan gelaran balap F1, ESPN melaporkan bahwa pebalap dan anggota tim pun bertemu dengan CEO F1, Stefano Domenicali pada Jumat (25/3), menunda latihan kedua hari tersebut. Berdasarkan laporan The Guardian, ia mengatakan telah diyakinkan oleh otoritas Saudi tentang keamanan acara tersebut.
"Kami telah menerima jaminan total bahwa, untuk negara, keselamatan adalah yang utama, apa pun situasinya, keselamatan harus dijamin," ujar Domenicali dalam keterangannya, dikutip Sabtu (26/3). "Jadi kami merasa percaya diri dan kami harus mempercayai otoritas lokal dalam hal itu. Karena itu, tentu saja kami akan melanjutkan acara ini."
Lebih lanjut, pihak perusahaan Motorsport Saudi sendiri juga telah mengkonfirmasi bahwa Grand Prix akan berjalan sesuai rencana. "Kami mengetahui serangan terhadap stasiun distribusi Aramco di Jeddah awal sore ini dan tetap berhubungan dengan otoritas keamanan Saudi, serta F1 dan (Fédération Internationale de l'Automobile) untuk memastikan semua langkah keamanan dan keselamatan yang diperlukan terus berlanjut," pernyataan SMC.
"Dan diterapkan untuk menjamin keselamatan semua pengunjung Formula Satu Grand Prix Arab Saudi serta para pembalap, tim, dan pemangku kepentingan," lanjut pernyataan SMC.
(wk/tiar)