Dua Polisi Israel Tewas Tertembak, ISIS Klaim Bertanggung Jawab Dalam Penembakan
pixabay/ilustrasi
Dunia

Serangan itu terjadi di kala kedatangan Menteri Luar Negeri Arab Saudi dan AS tengah berkumpul di Israel. Adapun serangan ini disebut sebagai serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

WowKeren - Isu terorisme tampaknya masih menjadi persoalan yang dihadapi oleh banyak negara di dunia, termasuk Israel. Belum lama ini, dua polisi Israel dilaporkan tewas dalam serangan "teroris" pada Minggu (27/3), di Kota Utara Hadera sebelum petugas menembak mati para penyerang.

Serangan "teroris" tersebut diketahui terjadi ketika empat Menteri Luar Negeri Arab dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) berkumpul di Israel Selatan dalam pertemuan regional yang belum pernah terjadi sebelumnya. Polisi menuturkan bahwa "dua teroris tiba di Herbert Samuel Street di Hadera, dan mulai menembaki pasukan polisi di sana," yang mengakibatkan dua kematian.

"Anggota pasukan kontraterorisme Israel kebetulan berada di sebuah restoran di dekatnya dan mereka berlari keluar dan menetralisir para teroris," ujar Polisi dalam sebuah pernyataan, dilihat pada Senin (28/3).

Sementara itu, Dudu Boani selaku Wakil Komandan Polisi untuk wilayah tersebut mengatakan bahwa dua korban serangan itu merupakan petugas polisi. Di sisi lain, petugas medis darurat Magen David Adom mengatakan bahwa "dua orang Israel" tewas dalam serangan tersebut yakni pria dan wanita. Sedangkan empat orang lainnya dibawa ke rumah sakit dan dua lagi dirawat di tempat kejadian.


Seorang pejabat keamanan Israel mengatakan bahwa dua penyerang yang menyebabkan dua polisi tewas itu merupakan anggota kelompok ISIS dari Umm El Fahm. Kantor Menteri Pertahanan Benny Gantz mengatakan sedang melakukan penilaian situasi dengan kepala militer, polisi dan intelijen, sementara Perdana Menteri Naftali Bennett tiba di Hadera dan diberi pengarahan oleh polisi tentang serangan tersebut.

Terkait serangan tersebut, pada Senin (28/3), Kelompok Negara Islam mengklaim bahwa penembakan di Israel Utara itu perbuatan mereka. Hal ini berdasarkan dari sebuah pernyataan yang dirilis oleh situs propaganda Amaq.

"Dua anggota polisi (negara) Yahudi tewas dan lainnya terluka dalam serangan komando yang mendalam," ujar IS dalam Klaim yang jarang terjadi atas serangan di dalam wilayah Israel.

Kelompok tersebut juga mengaku bahwa dua pejuangnya telah melakukan penembakan pada Minggu (27/3), di Jalan Herbert Samuel di kota Hadera, Israel Utara. Pihaknya bahkan mengklaim 10 orang lainnya mengalami luka-luka.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait