Tak hanya Kemenkes, Presiden Jokowi juga 'menyemprot' kementerian lainnya yang dinilai masih banyak menggunakan produk impor dibandingkan dalam negeri atau lokal.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 29 Maret 2022 - 10:04 WIB
WowKeren - Pada pengarahan acara Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia yang digelar di Bali, Jumat (25/3) lalu, Presiden Joko Widodo sempat menyinggung mengenai reshuffle atau perombakan kabinet di depan para menteri. Hal ini disebut lantaran Jokowi kesal banyak menteri yang menggunakan produk impor.
Salah satu kementerian yang turut dikritik oleh Jokowi lantaran masih banyak menggunakan produk impor adalah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait pengadaan alat kesehatan (alkes).
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Direktorat Kesehatan Masyarakat Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong penggunaan alat produksi dalam negeri untuk digunakan di rumah sakit.
"Perlu ditingkatkan kesadaran dan menjadikan gaya hidup bagi end user dalam hal ini fasilitas pelayanan kesehatan baik rumah sakit vertikal dan Rumah Sakit Daerah untuk membeli produk alkes dalam negeri sesuai dengan perintah bapak Presiden," ujar Nadia kepada IDN Times, Senin (28/3).
Lebih lanjut, Nadia menjelaskan bahwa alkes dalam negeri sendiri akan ditingkatkan melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN dan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022 ini.
Menurut Nadia, produk alkes yang telah diproduksi di dalam negeri kemudian bisa masuk ke e-katalog sektoral agar lebih mudah dibeli oleh end user di pelayanan kesehatan, dan pemda melalui e-purchasing maupun e-tendering.
Selain itu, kata Nadia, alkes produk dalam negeri sejauh ini sudah cukup banyak diproduksi, terutama alkes yang bersifat habis pakai (consumables).
Sementara berdasarkan transaksi e-katalog alkes LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah), terdapat 10 alkes terbesar berdasarkan volume yang telah banyak diproduksi dan digunakan sebagai contoh alat suntik (syringe), infusion set, surgical appare, seperti coverall medis dan surgical masker.
Nadia menambahkan berdasarkan value transaksi terbesar yakni electric dan manual hospital bed, patient monitor, USG, serta mobile x-ray sudah bisa diproduksi dalam negeri.
Mengingat jenis alkes yang banyak, maka ke depannya perlu ditingkatkan produk portofolio alkes dalam negeri dengan memperbanyak produk alkes dengan teknologi menengah dan tinggi.
(wk/tiar)