Banyak Anak Muda Belum Nikah, Singapura Hendak Legalkan Pembekuan Sel Telur Untuk Usia 21-35 Tahun
Unsplash/Natalie Chaney
Dunia

Untuk saat ini, wanita di Singapura hanya diperbolehkan membekukan sel telurnya untuk tujuan medis. Contohnya adalah untuk pasien kanker yang menjalani kemoterapi, yang dapat berdampak buruk pada kesuburan wanita.

WowKeren - Pemerintah Singapura mengakui bahwa ada wanita yang tidak dapat menemukan pasangan saat mereka masih muda. Oleh sebab itu, wanita berusia antara 21 hingga 35 tahun di Singapura kemungkinan akan diizinkan untuk membekukan sel telur mereka karena alasan non-medis pada awak tahun depan.

Wanita dalam kelompok usia tersebut akan memiliki pilihan untuk membekukan sel telur terlepas dari status perkawinan mereka. Meski demikian, mereka hanya boleh menggunakan sel telur mereka untuk mendapatkan keturunan saat mereka telah menikah secara resmi.

Rekomendasi untuk melegalkan pembekuan sel telur ini merupakan salah satu dari beberapa proposal yang tertuang dalam White Paper tentang pembangunan perempuan di Singapura. White Paper yang diajukan ke Parlemen Singapura pada Senin (28/3) ini bertujuan untuk membangun "masyarakat yang lebih adil dan lebih inklusif, di mana pria dan wanita bermitra satu sama lain secara setara".

Apabila White Paper ini disahkan oleh Parlemen Singapura, maka penerapan pembekuan sel telur ini akan berlaku sejak awal 2023 mendatang. "Pemerintah telah mempelajari pilihan dan mengakui bahwa tidak ada alasan medis yang kuat untuk melarang pembekuan telur elektif karena layak secara medis," demikian kutipan White Paper.

Sementara itu, Menteri Negara untuk Pembangunan Sosial dan Keluarga Sun Xueling mengatakan bahwa pemerintah Singapura mendorong warga untuk mengejar pernikahan dan aspirasi mereka sebagai orangtua sedini mungkin. Meski demikian, pemerintah Singapura disebut menyadari bahwa tidak semua wanita dapat menemukan pasangan hidup yang cocok saat mereka masih muda.


"Tetapi kami menyadari melalui percakapan bahwa ada wanita yang khawatir bahwa mereka tidak dapat menemukan pasangan yang cocok ketika mereka masih muda tetapi mereka ingin memiliki kesempatan untuk hamil dan memulai sebuah keluarga ketika mereka menikah nanti," jelas Sun. "Setelah mempertimbangkan berbagai opsi, Pemerintah kemudian mengusulkan agar perempuan memiliki pilihan untuk menjalani pembekuan sel telur elektif."

Lebih lanjut, Sun menjelaskan bahwa para perempuan di Singapura akan menjalani konseling sehingga mereka dapat membuat pilihan yang tepat sebelum prosedur pembekuan sel telur berlangsung. Mereka akan diberitahu tentang sifat invasif dari prosedur pembekuan sel telur tersebut, risiko yang terkait dengan keterlambatan menjadi orangtua, serta biaya operasi dan penyimpanan telur beku.

Sebagai informasi, pembekuan sel telur merupakan proses yang memungkinkan wanita untuk mengawetkan sel telur dengan kualitas yang lebih baik saat mereka masih muda. Sel telur diambil dari ovarium wanita, dibekukan dan kemudian disimpan.

Nantinya, sel telur tersebut dapat dicairkan di kemudian hari untuk mencapai kehamilan. Kehamilan dapat dicapai dengan menggabungkan sel telur dengan sperma di laboratorium dan ditanamkan di rahim wanita.

Untuk saat ini, wanita di Singapura hanya diperbolehkan membekukan sel telurnya untuk tujuan medis. Contohnya adalah untuk pasien kanker yang menjalani kemoterapi, yang dapat berdampak buruk pada kesuburan wanita.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait