Johnson & Johnson Dituduh Sebabkan Masyarakat 'Ketagihan Obat'
Dunia

Dalam pernyataan pembukaannya di Pengadilan Sirkuit Kabupaten Kanawha, Jaksa Agung Patrick Morrisey mengatakan bahwa kecanduan opioid telah mempengaruhi pasukan polisi.

WowKeren - Jaksa Agung Virginia Barat pada Senin (4/4) mendesak hakim untuk meminta pertanggungjawaban dari sejumlah perusahaan pembuat obat yang dianggap menyebabkan gelombang kecanduan opioid di negara bagian tersebut. Adapan perusahaan yang dimaksud adalah Johnson & Johnson, Teva Pharmaceutical Industries Ltd, dan Allergan AbbVie Inc.

Dalam pernyataan pembukaannya di Pengadilan Sirkuit Kabupaten Kanawha, Jaksa Agung Patrick Morrisey mengatakan bahwa kecanduan opioid telah mempengaruhi pasukan polisi negara bagian, rumah sakit, sistem asuh dan penjara. Yang mana, efeknya bisa akan bertahan selama lebih dari satu generasi.

Sebagaimana diketahui, Virginia Barat telah terpukul akibat pandemi. Menurut data dari Pusat Statistik Kesehatan Nasional, tingkat kematian opioid per kapita hampir tiga kali lipat rata-rata nasional pada tahun 2020.


"Epidemi ini telah berdampak pada hampir semua West Virginia," kata Morrissey. "Gugatan kami berbicara untuk semua warga Virginia Barat yang telah menderita karena perilaku terdakwa yang melanggar hukum, tidak berperasaan dan merusak."

J&J dan tiga distributor obat terbesar AS yakni AmerisourceBergen Corp, Cardinal Health Inc dan McKesson Corp telah mencapai penyelesaian nasional senilai 26 miliar dolar untuk menyelesaikan klaim opioid pemerintah negara bagian dan lokal. Virginia Barat adalah salah satu dari lima negara bagian yang tidak menandatangani bagian J&J dari penyelesaian itu.

Menurut pemerintah West Virginia, para perusahaan obat tersebut telah menciptakan "gangguan publik" dengan menipu pemberi resep tentang risiko obat penghilang rasa sakit opioid dan melanggar Undang-Undang Kredit dan Perlindungan Konsumen negara bagian. Upaya pemasaran perusahaan menyebabkan opioid menjadi pengobatan umum untuk nyeri kronis di West Virginia.

Hal itu pada akhirnya berbuntut pada meningkatnya penyalahgunaan zat dan kematian overdosis, menurut keluhan West Virginia. Tuduhan ini telah dibantah oleh perusahaan tersebut.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait