Penyelidikan itu mencakup lebih dari 138.000 kendaraan yang memiliki baterai buatan LG Energy Solution, sebagaimana dikatakan Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 06 April 2022 - 10:27 WIB
WowKeren - Seruan untuk beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik kian bergema seiring dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak polusi. Namun, kendaraan listrik juga bukan berarti tidak memiliki risiko keselamatan.
Regulator keselamatan Amerika Serikat baru-baru ini telah membuka penyelidikan terhadap baterai kendaraan listrik dan hibrida. Langkah ini diambil setelah lima pembuat mobil mengeluarkan penarikan karena kemungkinan cacat yang dapat menyebabkan kebakaran atau macet.
Penyelidikan itu mencakup lebih dari 138.000 kendaraan yang memiliki baterai buatan LG Energy Solution dari Korea Selatan, sebagaimana dikatakan oleh Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional. Sejak tahun 2020, sejumlah produsen mobil listrik memang telah melakukan penarikan yang sebagian besar disebabkan karena kegagalan baterai internal yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.
Beberapa perusahaan itu termasuk General Motors, Mercedes-Benz, Hyundai, Stellantis dan Volkswagen. Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional selanjutnya akan menulis kepada LG maupun perusahaan lain yang mungkin telah membeli produk baterai serupa guna memastikan penarikan bisa dilakukan saat dibutuhkan.
Investigasi ini adalah masalah lainnya yang dihadapi ketika peluncuran global kendaraan listrik dilakukan oleh semua pembuat mobil untuk menggantikan kendaraan pembakaran internal untuk mengurangi emisi dan melawan perubahan iklim. Ford dan BMW juga telah menarik baterai dalam beberapa tahun terakhir.
Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS juga menyelidiki serangkaian kebakaran di kendaraan Tesla. Mereka juga mengatakan apabila baterai lithium-ion bertegangan tinggi menimbulkan risiko keselamatan bagi responden pertama setelah kecelakaan.
Sementara itu, banyak pemerintah mengandalkan penghitungan kendaraan listrik untuk menggantikan kendaraan berbahan bakar bensin yang mengeluarkan gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Untuk saat ini, data tentang kebakaran yang terjadi pada kendaraan listrik masih terbatas.
Namun, sampel kecil pada bulan April 2021 oleh Highway Loss Data Institute industri asuransi menemukan bahwa kendaraan listrik dan rekanan gas konvensional mereka memiliki jumlah klaim kebakaran non-tabrakan yang hampir sama per 1.000 tahun kendaraan yang diasuransikan.
(wk/zodi)