Di Balik Kebiasaan Sosial Lumba-Lumba Membentuk Ikatan Ternyata Jadi Tempat Penyebaran Virus
Pixabay
SerbaSerbi

Lumba-lumba dikenal sebagai hewan mamalia laut yang ramah dan memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Selain itu, hewan laut ini juga memiliki kebiasaan unik untuk membentuk suatu ikatan.

WowKeren - Lumba-lumba selama ini dikenal sebagai hewan laut mamalia yang lucu dan memiliki kecerdasan yang baik. Selain itu, lumba-lumba diketahui juga memiliki kebiasaan sosial dalam rangka membangun suatu ikatan.

Salah seorang peneliti lumba-lumba Janet Mann diketahui melakukan pengamatan lumba-lumba dari sebuah perahu kecil. Dalam pengamatannya itu, ia memperhatikan tiga lumba-lumba jantan muda secara bersamaan memecahkan permukaan air untuk bernafas.

Mann mengungkapkan pertama-tama lumba-lumba akan menghembuskan napas, kemudian menghirupnya, sebelum tergelincir kembali di bawah ombak Chesapeake Bay. "Sinkronisasi yang sempurna," ucap Mann dalam keterangannya, dikutip Kamis (7/4).

Lebih lanjut, Mann mengatakan bahwa pernapasan tersinkronisasi adalah sesuatu yang sering dilakukan lumba-lumba dengan teman dekatnya, seperti pejantan yang diamatinya, atau juga biasa dilakukan ibu dan anaknya bersama-sama.

Menurut Mann, hal ini merupakan cara untuk menegaskan hubungan yang sangat penting bagi mamalia yang sangat cerdas dan sosial itu, seperti jabat tangan atau pelukan di antara manusia.


Sementara itu, di balik kontak dekat yang sangat penting untuk ikatan sosial lumba-lumba itu, kata Mann, artinya mereka berbagi ruang dan udara, sehingga bisa dengan cepat menyebarkan penyakit.

Mann dan ilmuwan lain pun diketahui mencoba memahami bagaimana penyakit yang sangat menular dan mematikan yang disebut cetacean morbillivirus, terkait dengan campak pada manusia dan pertama kali terdeteksi di perairan Virginia dan Maryland.

Mann menilai bahwa virus penyakit tersebut menyebar dengan cepat di antara lumba-lumba di sepanjang Pantai Atlantik, seperti yang terjadi pada 2013 hingga 2015 silam. Menurut Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional, selama wabah itu menyebar, lebih dari 1.600 lumba-lumba terdampar di pantai dari New York hingga Florida.

Sedangkan secara keseluruhan, diperkirakan ada 20 ribu lumba-lumba mati karena virus, dan populasi lumba-lumba pesisir di kawasan tersebut menyusut hingga 50 persen. "Ini seperti COVID-19, ini pernapasan," ungkap Mann.

"Ketika lumba-lumba bernapas bersama di permukaan, mereka berbagi tetesan pernapasan seperti yang kita lakukan ketika kita berbicara atau batuk satu sama lain," beber Mann.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait