Ketika Tang ditangkap, dia memberi tahu petugas polisi bahwa dia ingin membawa pulang merpati itu untuk membuat sup. Perbuatannya telah menyebabkan penderitaan pada merpati.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 22 April 2022 - 13:35 WIB
WowKeren - Seorang pria yang bekerja sebagai petugas kebersihan dijatuhi hukuman penjara selama empat bulan dua minggu pada Kamis (21/4). Pria berusia 71 tahun tersebut telah melempari burung merpati dengan batu hingga membunuh salah satu dari mereka di To Kwa Wan pada bulan September lalu.
Alasannya mencengangkan, dia ingin membuat sup yang terbuat dari daging merpati. Tampil di hadapan hakim pengadilan Kota Kowloon Andrew Mok Tze-chung, Tang Chong-shu mengaku bersalah atas percobaan kekejaman terhadap hewan dan kasus kekejaman lainnya terhadap hewan.
Pengadilan diberitahu bahwa Tang telah berusaha dengan kejam memperlakukan sekawanan merpati di trotoar persimpangan Jalan Ma Tau Wai dengan Jalan Pertanian pada 27 September. Dia juga didakwa karena memperlakukan merpati liar dengan kejam di area yang sama pada 30 September.
Perbuatannya telah menyebabkan penderitaan pada merpati hingga membuatnya mati. Ketika Tang ditangkap pada 1 Oktober, dia memberi tahu petugas polisi bahwa dia ingin membawa pulang merpati itu untuk membuat sup.
Itu bukan pertama kalimat Tang terlibat dalam tindak kekerasan hewan. Sebelumnya, dia telah dijatuhi hukuman dua bulan penjara dengan skorsing 18 bulan karena dua tuduhan percobaan kekejaman terhadap hewan di Wong Tai Sin pada 2021 dan Cheung Sha Wan pada 2020.
Pengacara pembela mengatakan Tang menyesali tindakannya dengan mengutip surat tulisan tangan Tang yang berbunyi, "Saya mengerti bahwa baik hewan maupun tumbuhan juga memiliki nyawa."
Pengacara juga menilai bahwa waktu dan pendidikan yang dapat mengubah Tang. Selain itu, Tang juga telah dipenjara selama sekitar 30 tahun sebelumnya karena kasus pembunuhan.
Sementara itu selama pertemuan subkomite Dewan Legislatif, pihak Sekretaris Makanan dan Kesehatan Chui Tak-yi mengatakan pihak berwenang akan bertindak berdasarkan bukti ketika menyita hewan yang terinfeksi Covid di bawah undang-undang baru. Ini diberlakukan setelah insiden cluster hamster pada bulan Januari yang melibatkan strain delta yang sangat menular. Pihak berwenang meminta pemilik hewan peliharaan untuk menyerahkan hamster mereka namun beberapa enggan.
(wk/zodi)