RI 'Hanya' Dapat Kuota Haji 100 Ribu Jemaah, Wapres Ma'ruf Amin Sebut Antrean Bakal Makin Panjang
Instagram/wapresri.go.id
Nasional
Haji 2022

Pada keberangkatan jemah Haji Indonesia di tahun 2022 ini, mencapai 100.051 jemaah. Angka ini disebut lebih rendah daripada kuota sebelum pandemi COVID-19.

WowKeren - Di tahun 2022 ini, Indonesia diketahui kembali mendapat kuota untuk memberangkatkan jemaah Haji ke Tanah Suci. Adapun kuota yang didapat Indonesia pada tahun 2022 ini adalah 100.051 jemaah.

Atas hal tersebut, Wakil Presiden Indonesia Ma'ruf Amin mengaku bersyukur bahwa masyarakat Tanah Air bisa kembali menunaikan ibadah Haju pada tahun ini setelah sebelumnya tidak bisa akibat pandemi COVID-19. Indonesia sendiri akhirnya bisa memberangkatkan jemaah Haji setelah dua tahun tidak ada pemberangkatan.

"Kita syukurilah, kita terima, karena sudah dua tahun kita tidak banyak yang berhaji," ujar Ma'ruf Amin dalam keterangan tertulis, Jumat (22/4).

Pada tahun 2022 ini, Indonesia diketahui akan memberangkatkan 100.051 jemaah Haji, disertai 1.901 petugas. Ma'ruf Amin mengatakan bahwa pemerintah Indonesia akan menerima meskipun sebenarnya kuota tersebut belum seperti kuota sebelum pandemi COVID-19.

Pasalnya, hanya pemerintah Arab Saudi yang mengetahui kondisi dan berapa jumlah orang yang boleh berkunjung ke Tanah Suci. Ma'ruf Amin mengungkapkan, sebelum pandemi COVID-19, Indonesia biasanya mendapatkan kuota Haji sebanyak di atas 200 ribu jemaah, namun sekarang hanya diberi 100 ribu lebih.



Meski demikian, Ma'ruf Amin menuturkan pemberian kuota tersebut tetap harus diterima dan disyukuri, sebab Indonesia termasuk negara yang memperoleh kuota cukup banyak dibandingkan negara lain. "Sebab yang lainnya kan di bawah kita, dan kita cukup lumayan," ungkapnya.

Kendati begitu, Ma'ruf Amin meminta masyarakat Indonesia untuk tetap bersabar. Pasalnya, belum normalnya jumlah kuota haji secara otomatis akan menyebabkan waktu antrean pemberangkatan Haji yang semakin lama.

"Memang terpaksa antrean kita semakin panjang karena dua tahun tidak terpenuhi, kemudian sekarang baru dapat 100 ribu, sehingga terpaksa antrean menjadi lama lagi," beber Ma'ruf Amin.

Ma'ruf Amin lantas mengungkapkan biasanya memang 10 tahun, ada yang 20 tahun, 15 tahun, terpaksa kemungkinan akan menjadi dua tahun lebih lama karena pandemi COVID-19, dan bisa bertambah lagi, mengingat kuota yang diberikan juga tidak sebanyak sebelum masa COVID-19.

Di sisi lain, Ma'ruf Amin mengaku akan lebih bersyukur lagi apabila Indonesia bisa mendapatkan kuota Haji lebih banyak lagi. "Karena memang yang punya kewenangan untuk memberikan kuota (Haji) itu adalah Pemerintah Arab Saudi," tandas Ma'ruf Amin.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts