Penerbangan Komersial Pertama dari Ibu Kota Yaman dalam 6 Tahun Mendadak Ditunda
Dunia

Sana'a telah dikuasai pemberontak dalam enam tahun terakhir. Adapun penerbangan itu sudah direncanakan sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata yang ditengahi PBB.

WowKeren - Penerbangan komersial pertama yang meninggalkan ibu kota Yaman ditunda Minggu (24/4) sampai batas waktu yang belum ditentukan. Ini menjadi pukulan terhadap gencatan senjata yang sudah rapuh dalam konflik negara itu.

Pesawat yang dioperasikan oleh maskapai nasional Yaman, diharapkan lepas landas dari kota pelabuhan selatan Aden yang dikendalikan pemerintah, berhenti di Sana'a, dan membawa penumpang yang membutuhkan perawatan medis ke ibu kota Yordania, Amman. Tetapi beberapa jam sebelum penerbangan, maskapai mengatakan "belum menerima izin operasi".

Sana'a diketahui telah dikuasai pemberontak dalam enam tahun terakhir. Pihak-pihak yang bersaing saling menyalahkan atas penundaan penerbangan. Adapun penerbangan yang memiliki rute Sana'a-Amman itu sebelumnya sudah direncanakan sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata yang ditengahi PBB. Perjanjian itu dilakukan oleh pemerintah yang diakui secara internasional dan pemberontak Houthi awal bulan ini.

Gencatan senjata selama 60 hari terjadi di tengah upaya bersama internasional dan regional untuk menemukan penyelesaian konflik yang menghancurkan negara itu. Gencatan itu mulai berlaku pada 2 April.


Konflik tersebut telah menjadi perang proksi regional dalam beberapa tahun terakhir. Lebih dari 150.000 orang tewas dalam konflik itu, termasuk 14.500 di antaranya adalah warga sipil, yang berkembang menjadi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Sebagai bagian dari gencatan senjata, kedua belah pihak sepakat untuk mengoperasikan dua penerbangan komersial selama seminggu ke dan dari Sana'a ke Yordania dan Mesir. Namun, kedua belah pihak gagal menyepakati pengoperasian penerbangan lebih dari tiga minggu setelah gencatan senjata mulai berlaku. Mereka saling menyalahkan atas kegagalan tersebut.

Pihak berwenang di Sana'a mengatakan penerbangan itu ditunda setelah izin yang diperlukan dari koalisi pimpinan Saudi ditolak. Raed Talib Jabal selaku wakil kepala penerbangan sipil mengatakan penolakan koalisi untuk mengizinkan penerbangan hari Minggu adalah pelanggaran terhadap gencatan senjata.

Menteri informasi pemerintah yang diakui secara internasional Moammar al-Eryani mengatakan Houthi tidak mematuhi perjanjian dengan memberikan penumpang paspor yang dikeluarkan oleh pemberontak, yang tidak diakui sejak Maret 2017.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait