Sekitar 400 orang ikut berpartisipasi dalam aksi penyalaan lilin dan protes atas hukuman mati untuk 2 pengedar narkoba asal Malaysia di Singapura. Aksi itu tetap berlangsung meski sempat diwarnai hujan.
- Amelia Nur Fatimah
- Selasa, 26 April 2022 - 14:58 WIB
WowKeren - Aksi penyalaan lilin diadakan di Hong Lim Park, Singapura, pada Senin (25/4). Aksi itu ditujukan untuk pengedar narkoba Malaysia Nagaenthran K. Dharmalingam dan Datchinamurthy Kataiah, yang dijadwalkan untuk mendapat hukuman gantung pada 27 April dan 29 April.
Hujan pun tak menghalangi sekitar 300 hingga 400 orang menghadiri acara tersebut. Beberapa di antara mereka membawa papan tanda dan plakat yang menyerukan penghapusan hukuman mati di Singapura.
Orang-orang muncul dengan membawa poster yang ditulis tangan. Sekelompok orang terlihat mengalir ke Taman Hong Lim melalui titik masuk yang ditentukan pada pukul 7 malam ketika acara dimulai. Poster dan tanda dengan pesan dukungan bagi mereka yang dijatuhi hukuman mati di Singapura, dan seruan untuk penghapusan hukuman mati, dipajang.
Orang yang ingin memasuki taman harus memeriksa NRIC mereka untuk memverifikasi bahwa mereka adalah warga negara Singapura atau penduduk tetap, sesuai aturan untuk berpartisipasi dalam acara di Taman Hong Lim. Para peserta mengamati langkah-langkah manajemen yang aman saat mereka tersebar di seluruh taman dan menunjukkan beberapa tanda buatan tangan yang mereka bawa.
Lilin listrik juga diberikan kepada peserta karena lilin dengan api terbuka tidak diizinkan di dalam taman. Bahkan saat hujan mulai turun sekitar pukul 20:45, mereka yang berkumpul di taman mengeluarkan payung mereka dan tetap tinggal.
Aktivis lokal, seperti Kokila Annamalai dan Ariffin Sha, memberikan pidato yang berapi-api di acara tersebut. Perwakilan dari berbagai agama juga hadir untuk memberikan orasi dan doa. Juga beberapa pemusik yang bermain di depan penonton.
Aktivis dan penyelenggara acara, Kirsten Han, memperkirakan ada sekitar 400 orang hadir untuk acara Senin malam terakhir ini. Pelacak kerumunan elektronik di pintu masuk taman juga menunjukkan angka yang sama:
Di akhir acara, peserta diminta untuk menandatangani dan menuliskan pesan dukungan di spanduk. Keluarga Nagaenthran dan Datchinamurthy juga turut hadir pada acara tersebut, setelah melakukan perjalanan dari Malaysia. Tapi mereka tetap berada di luar barikade.
Berdasarkan syarat dan ketentuan penggunaan Speakers' Corner di Hong Lim Park, yang berada di bawah yurisdiksi NParks, hanya warga Singapura dan penduduk tetap yang dapat mengambil bagian dalam demonstrasi yang diadakan di sana. Orang asing tidak dapat berpartisipasi kecuali mereka mengajukan izin polisi untuk mengatur atau membantu dalam penyelenggaraan acara.
(wk/amel)