Presiden Peru Diselidiki Terkait Dugaan Plagiarisme Tesis
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia

Menanggapi hal ini, Castillo menyebut tuduhan itu jahat dan mencurigai bahwa itu juga menjadi bagian dari rencana destabilisasi terhadap pemerintahannya.

WowKeren - Dalam dunia akademik, praktik plagiarisme adalah hal nomor satu yang harus dihindari. Setiap akademisi yang membuat sebuah karya tulisan, pada umumnya selalu diwajibkan untuk bebas dari unsur plagiarisme untuk menjamin keaslian ide.

Namun baru-baru ini, seorang presiden justru tersandung dugaan kasus plagiarisme. Presiden Pedro Castillo dan istrinya Lilia Paredes saat ini sedang diselidiki oleh Jaksa Peru atas dugaan plagiarisme. Itu terjadi setelah sebuah stasiun televisi lokal mengatakan penyelidikan menunjukkan pasangan itu mungkin telah menyalin lebih dari setengah tesis master yang mereka tulis bersama.

Program Panorama televisi Panamericana menggunakan permintaan transparansi untuk mendapatkan teks tesis setebal 121 halaman dan menyerahkannya ke layanan pendeteksi plagiarisme Turnitin. Menurut Panorama, pasangan itu tampaknya telah menjiplak 54 persen dari penulis lain.

Tak hanya itu, stasiun televisi itu juga melaporkan bahwa dua dari tiga profesional yang memvalidasi tesis tidak ada dalam daftar identitas nasional. Castillo dan istrinya merupakan guru sekolah dasar. Keduanya menggunakan tesis untuk gelar master dalam psikologi pendidikan dari Universitas Cesar Vallejo lebih dari satu dekade lalu.


Universitas Cesar Vallejo juga telah menunjuk sebuah komisi untuk menyelidiki. Saat ini, penyelidikan sedang dilakukan oleh seorang jaksa di Tacabamba.

Tuduhan ini mendapat bantahan tegas dari sang presiden. Castillo menyebut tuduhan itu jahat dan mencurigai bahwa itu juga menjadi bagian dari rencana destabilisasi terhadap pemerintahannya.

Dalam sebuah pernyataan, dia menegaskan bahwa karya tulis itu sudah divalidasi. "Karya tesis ini telah divalidasi oleh standar kualitas pendidikan," tegasnya.

Kasus plagiarisme memang masih marak terjadi. Pelaku kasus plagiarisme yang parah dapat menghadapi hukuman hingga delapan tahun penjara dan kebohongan umum hingga empat tahun penjara.

Castillo sendiri merupakan seorang guru sekolah pedesaan di distrik Andes yang miskin. Dia mulai menjabat sebagai presiden negara itu sejak Juli lalu. Selama masa jabatannya, dia telah melalui empat kabinet dan selamat dari dua upaya pemakzulan dalam 10 bulan penuh gejolak.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait