Korban berhasil dikeluarkan dari lift dan dibawa ke Rumah Sakit Syaiful Anwar. Proses evakuasi korban dari rumah hingga rumah sakit tercatat membutuh waktu hingga sekitar tiga jam.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 10 Mei 2022 - 11:19 WIB
WowKeren - Seorang pria di Malang, Jawa Timur, bernama Dwi Ariesta Wardhana menjadi korban usai lift di rumahnya anjlok gegara kawat sling yang tiba-tiba putus. Pria berbobot 275 kilogram tersebut dilaporkan mengalami patah tulang kaki akibat insiden yang terjadi pada Sabtu (7/5) lalu tersebut.
Proses evakuasi korban dilakukan oleh 12 orang yang terdiri atas petugas PMI, PMK, hingga relawan. Bobot korban yang berat sempat menyulitkan petugas dalam proses evakuasi.
Namun ia berhasil dikeluarkan dari lift dan dibawa ke Rumah Sakit Syaiful Anwar. Proses evakuasi korban dari rumah hingga rumah sakit tercatat membutuh waktu hingga sekitar tiga jam.
Ibu korban, Ninik Endah Widayani, mengungkapkan kronologi insiden tersebut. Pada Sabtu pagi sekitar pukul 09.30 WIB, kaki Ninik mendadak sakit. Oleh sebab itu, ia kemudian meminta tolong kepada putranya yang tinggal di lantai 2 untuk turun.
"Sabtu itu, sekitar pukul 09.30 WIB, kaki saya sakit dan berdarah. Kemudian saya panggil Aris (panggilan korban), untuk turun ke sini (lantai 1)," jelasnya dilansir detikcom pada Senin (9/5).
Korban kemudian masuk ke lift dan hendak turun untuk memenuhi permintaan sang ibu. Namun tak lama kemudian, Ninik mendengar suara benturan keras dan menemukan bahwa lift di rumahnya anjlok bersama anaknya.
"Tak lama saya dengar suara brakk. Saya kaget terus keluar kamar. Ternyata Aris jatuh bersama lift," ungkapnya.
Ninik kemudian mencari pertolongan dengan menelepon sanak saudaranya satu per satu. Warga sekitar yang mendengar suara lift jatuh juga berdatangan ke rumah Ninik. Suara yang cukup kencang membuat beberapa orang mengira ada ledakan LPG.
"Warga kita langsung datang ke rumah setelah dengar suara braakk. Itu dikira ledakan LPG. Setelah masuk ke rumah saya minta tolong itu bahwa anak saya jatuh dari lantai dua karena kawat sling lift di rumahnya putus," katanya.
Insiden tersebut disesali oleh Ninik. Menurutnya, proses evakuasi juga berjalan lama karena tubuh anaknya yang besar.
"Saya menyesal, gara-gara saya minta tolong Aris (korban) jadi jatuh. Evakuasi lama hampir 3 jam, karena tubuh anak saya besar, 275 kilogram beratnya," jelasnya.