Anak eks Presiden Filipina yang dikenal dengan kediktatorannya, Ferdinand Marcos, yakni Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr. berhasil meraih suara terbanyak di Pemilihan Presiden Filipina 2022.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 10 Mei 2022 - 16:58 WIB
WowKeren - Pemilihan Presiden Filipina 2022 telah berlangsung pada Senin (9/5) kemarin. Kini tengah berlangsung perhitungan suara yang diperoleh oleh para kandidat.
Sejauh ini, disebut bahwa anak mantan Presiden Filipina yang dikenal dengan kediktatorannya, Ferdinand Marcos, yakni Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr. berhasil meraih perolehan suara sebanyak 96 persen. Dengan begitu dapat dipastikan bahwa Marcos Jr. akan memenangkan Pemilihan Presiden Filipina secara telak.
Di samping itu, kemenangan Marcos Jr. itu disebut membuka jalan bagi kembalinya jabatan tertinggi negara tersebut untuk dinasi politik yang paling terkenal.
Dalam pemilihan kali ini, Marcos Jr. disebut berhasil mengalahkan saingan beratnya yakni Leni Robredo untuk menjadi kandidat pertama dalam sejarah baru-baru ini dalam rangka memenangkan mayoritas pemilihan Presiden Filipina.
Dengan kata lain, menandai kembalinya yang menakjubkan oleh putra dan senama dari seorang diktator terguling puluhan tahun lalu di Filipina. Sebagai informasi, pada kala itu, Marcos melarikan diri ke pengasingan di Hawaii bersama keluarganya selama pemberontakan "kekuatan rakyat" pada tahun 1986 silam yang kemudian mengakhiri 20 tahun kekuasaan otokratis ayahnya.
Akan tetapi, Marcos telah bertugas di kongres dan senat sejak kembali ke Filipina pada tahun 1991 lalu. Sementara itu, dengan perolehan suara sebanyak 96 persen, kemenangan Marcos Jr sudah terlihat pasti.
Adapun hasil perhitungan suara ini berasal dari penghitungan tidak resmi, menunjukkan bahwa Marcos Jr. memiliki lebih dari 30 juta suara, dua kali lipat dari lawannya Robredo. Hasil resmi perhitungan suara diharapkan keluar pada akhir bulan.
"Ada ribuan dari Anda di luar sana, sukarelawan, kelompok paralel, pemimpin politik yang telah memberikan dukungan mereka kepada kami karena keyakinan kami pada pesan persatuan kami," ujar Marcos Jr. dalam sebuah pernyataan yang disampaikan melalui akun Facebook.
Meski Marcos Jr. berkampanye dengan platform persatuan, analis politik mengatakan bahwa kepresidenannya tidak mungkin untuk mendorong itu, meski ada margin kemenangan. Sementara itu, kemenangan Marcos Jr. memicu protes dari mahasiswa.
(wk/tiar)