Korban Meninggal Diduga Karena Hepatitis Akut Bertambah Jadi 5 Orang, Ini Sebarannya
Unsplash/Aditya Romansa
Nasional
Kasus Hepatitis Misterius

Kementerian Kesehatan menyatakan jumlah pasien anak yang meninggal dengan dugaan Hepatitis Akut bertambah menjadi lima orang. Tiga orang di antaranya merupakan pasien yang dilaporkan meninggal di Jakarta pada bulan April lalu.

WowKeren - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa Indonesia telah mencatat 15 kasus suspek Hepatitis Akut misterius yang menyerang anak-anak. Diketahui, penyakit tersebut sebelumnya telah ditemukan di sejumlah negara seperti Inggris dan menyerang anak hingga usia 16 tahun.

Kekinian, pihak Kementerian Kesehatan menyatakan jumlah pasien anak yang meninggal dengan dugaan Hepatitis Akut bertambah menjadi lima orang. Kelima pasien meninggal tersebut dilaporkan di DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Sumatera Barat.

"Lima orang meninggal dunia di DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Sumatera Barat," tutur Nadia kepada Kompas.com, Selasa (10/5).

Sementara itu, 15 kasus suspek Hepatitis Akut tersebar di lima provinsi. Nadia mengungkapkan bahwa para pasien yang mayoritas berusia 1 hingga 6 tahun tersebut kini masih dalam perawatan.

"11 orang DKI Jakarta, Sumatera Barat satu, Jawa Timur satu, Bangka Belitung satu, dan Jawa Barat satu," papar Nadia.


Sebagai informasi, tiga orang pasien anak di DKI dilaporkan meninggal denan dugaan terinfeksi Hepatitis Akut pada bulan April 2022. Pihak Kemenkes mengungkapkan bahwa ketiga pasien tersebut datang ke rumah sakit dalam kondisi yang sudah terlanjur kritis.

Kemudian, seorang pasien anak berusia 7 tahun di Tulungagung, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia diduga kuat karena Hepatitis Akut pada 6 Mei 2022. Hasil laboratorium pasien tersebut menunjukkan negatif virus hepatitis A, B, C, D, atau E. Namun Kemenkes memasukkan kasus anak di Tulungagung tersebut dalam klasifikasi pending karena masih memerlukan analisis lebih lanjut.

Pada Senin (9/5) pekan ini, seorang bayi asal Solok, Sumatera Utara dilaporkan meninggal dunia diduga karena Hepatitis Akut. Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat, Yanwar, mengungkapkan bahwa gejala bayi berusia 1 bulan 29 hari tersebut mengarah ke Hepatitis A, namun pemeriksaan laboratorium menyatakan bahwa sang anak negatif Hepatitis A.

Sebelumnya, Menkes Budi telah meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan tindakan pencegahan, salah satunya dengan menjaga kebersihan diri. Pasalnya, tutur Menkes Budi, virus tersebut menular melalui asupan makanan yang masuk ke mulut.

"Virus ini menularnya lewat asupan makanan yang lewat mulut, jadi kalau bisa rajin cuci tangan saja supaya kita pastikan yang masuk ke anak-anak kita, kan ini menyerang banyak di bawah 16 tahun, lebih banyak lagi di bawah 5 tahun, itu bersih," jelas Menkes Budi.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts