Selandia Baru Bakal Kembali Buka Perbatasan Untuk Pertama Kali Sejak Pandemi COVID-19
pexels.com/Brett Sayles
Dunia
Pandemi Virus Corona

Setelah menutup perbatasan sejak Maret 2020 demi mencegah masuknya COVID-19, kini Selandia Baru benar-benar membukanya untuk dunia. Pengumuman pembukaan perbatasan ini disampaikan oleh PM Jacinda Ardern.

WowKeren - Pandemi COVID-19 hingga saat ini masih melanda sejumlah negara di dunia, di antaranya adalah Selandia Baru. Meski demikian, tampaknya angka kasus COVID-19 di Selandia Baru sudah melandai dan kondisinya membaik.

Maka dari itu, Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern mengumumkan bahwa negaranya akan sepenuhnya membuka kembali perbatasan dua bulan lebih awal dari rencana semula. Hal ini disebut sebagai bagian dari perombakan yang lebih luas terhadap pengaturan imigrasi.

Sebagaimana diketahui, Selandia Baru dengan sigap menutup perbatasan pada Maret tahun 2020 lalu untuk mencegah masuknya COVID-19.

Sebelumnya, Selandia Baru juga sempat membuka perbatasan, namun hanya diperuntukkan bagi beberapa warga negara dan penduduk non-Selandia Baru selama beberapa bulan terakhir, dimulai dengan warga Australia dan diikuti oleh pelancong dari 60 negara bebas visa.

Nantinya, Selandia Baru akan kembali membuka kedatangan bagi turis dan pemegang visa dari seluruh dunia yang diizinkan tinggal untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun, pada 31 Juli 2022 mendatang.



Sedianya, pembukaan perbatasan Selandia Baru bagi dunia itu baru akan dilaksanakan pada Oktober, namun pemerintah telah lama mempertahankan bahwa pembukaan itu dapat dimajukan jika dianggap aman untuk melakukannya.

"Ini akan menjadi berita gembira bagi keluarga, bisnis, dan komunitas migran kami," ujar Ardern dalam keterangannya, Rabu (11/5). "Ini juga memberikan kepastian dan waktu persiapan yang baik bagi maskapai dan perusahaan kapal pesiar yang berencana kembali ke Selandia Baru pada puncak musim semi dan musim panas.

Lebih lanjut, Ardern mengatakan bahwa pengumuman pembukaan perbatasan itu juga bagian dari rangkaian reformasi pengaturan imigrasi, termasuk merampingkan jalur imigrasi untuk menarik pekerja terampil kembali ke negara itu, memperpanjang visa untuk migran yang sudah berada di negara tersebut.

Kemudian, memungkinkan kapal pesiar dan pelajar internasional untuk kembali dan pengaturan baru yang akan membantu Selandia Baru menjauh dari ketergantungannya pada tenaga kerja migran dengan upah rendah dan berketerampilan rendah.

"Kami telah melewati guncangan COVID-19 lebih baik daripada hampir di mana pun di negara maju. Ekonomi kita adalah salah satu yang terkuat di dunia," beber Ardern. "Sekarang saatnya untuk berhubungan kembali dengan dunia, Selandia Baru diminati dan sekarang sepenuhnya terbuka untuk bisnis."

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts