Kemenkes Lakukan 4 Langkah Antisipasi Cegah Penyebaran Hepatitis Misterius di Indonesia
Instagram/kemenkes_ri
Nasional
Kasus Hepatitis Misterius

Kasus hepatitis akut misterius yang pertama kali ditemukan di Inggris Raya ini kini tampaknya mulai merebak di Indonesia. Kemenkes pun mengeluarkan langkah pencegahan penyebaran.

WowKeren - Kasus hepatitis akut misterius di Indonesia tampaknya mulai semakin menyebar di beberapa wilayah RI. Menanggapi hal ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun lantas mengambil tindakan.

Kemenkes diketahui memiliki empat langkah pencegahan penyebaran hepatitis akut misterius yang telah ditemukan di beberapa wilayah Indonesia. Sebagaimana diketahui, kasus ini pertama kali terdeteksi di Inggris Raya pada 5 April 2022 lalu, yang kemudian dilaporkan terus meluas.

Hingga Jumat (13/5) kemarin, penyakit hepatitis akut misterius tercatat telah terdeteksi di 20 negara dunia dengan jumlah kasus 228 orang dengan lebih dari 50 kasus tambahan masih diselidiki. Sementara di Indonesia sendiri, dugaan kasus hepatitis akut misterius dilaporkan mencapai 18 kasus.

Dari 18 kasus dugaan hepatitis akut misterius itu 9 di antranya masuk status pending classification, 7 discarded, 1 dalam proses verifikasi dan satu probable. Maka dari itu, Kemenkes pun melakukan sejumlah langkah pencegahan penyebaran kasus hepatitis akut misterius ini.

"Langkah mitigasi pertama, mengumpulkan informasi global seputar hepatitis akut secara cepat," tutur Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril dalam keterangannya, Sabtu (14/5).

Syahril menerangkan bahwa sejak ditemukannya kasus hepatitis akut misterius di Inggris Raya, Kemenkes bergegas melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga kesehatan dari negara-negara lain, seperti CDC dan Pemerintahan Inggris.


Menurut Syahril hal tersebut dilakukan dengan tujuan pemerintah ingin mendapatkan pembelajaran terkait kondisi yang sedang terjadi. Selain itu, Kemenkes juga aktif dalam mengikuti informasi global, maupun regional melalui informasi resmi yang dikeluarkan oleh WHO, CDC, dan Pemerintah Inggris.

Langkah mitigasi kedua, kata Syahril, pemerintah berupaya meningkatkan kewaspadaan publik dengan melakukan sosialisasi dan edukasi soal kejadian yang merebak sejak akhir bulan April lalu. Kemudian Kemenkes juga berkoordinasi dengan seluruh Dinkes di Indonesia untuk mensosialisasikan langkah-langkah penanggulan penyakit tersebut.

Tidak hanya itu, Kemenkes juga menerbitkan Surat Edaran tentang Kewaspadaan terhadap temuan hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Langkah selanjutnya adalah memperkuat deteksi dengan melakukan penyelidikan epidemiologi, analisis patogen menggunakan teknologi Whole Genome Sequencing (WGS), dan pengembangan kasus menggunakan sistem NAR.

Langkah keempat, Syahril menuturkan bahwa pemerintah menyusun pedoman tata laksana terkait kasus hepatitis akut. Di samping itu, Kemenkes juga telah menunjuk RSPI Sulianti Saroso sebagai salah satu RS rujukan untuk kasus hepatitis akut yang masih belum diketahui penyebabnya.

Sebagai langkah awal pencegahan hepatitis akut misterius, Kemenkes mengimbau agar masyarakat rajin mencuci tangan pakai sabun, memasak makanan dan minum hingga matang, menggunakan alat makan yang bersih, menghindari kontak dengan orang sakit, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Kemudian Kemenkes juga minta agar masyarakat waspada dengan gejala hepatitis akut misterius yang ditandai dengan gangguan gastrointestinal seperti sakit perut, mual, muntah dan diare. Gejala ini bisa berlanjut dengan air kencing berwarna pekat seperti teh, BAB putih pucat, kulit dan mata kuning, bahkan sampai penurunan kesadaran.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts