Bocah 14 Tahun Ditangkap Diduga Terlibat Kasus Perdagangan Manusia
Facebook/sakaeo10325
Dunia

Penangkapan bermula ketika pihak berwenang menyelidiki daerah di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja, mereka menemukan 3 pria dan wanita mencurigakan berjalan dari luar hutan.

WowKeren - Seorang bocah laki-laki berusia 14 tahun ditangkap di provinsi Isaan, Sa Kaew, Thailand. Dia diamankan bersama dengan saudara laki-lakinya yang berusia 29 tahun karena terlibat dalam kasus perdagangan manusia. Mereka menawarkan layanan transportasi untuk pekerja ilegal Thailand di kasino Kamboja yang ingin mengunjungi keluarga di Thailand.

Penangkapan itu bermula ketika tentara dan pihak berwenang dari Unit Khusus Departemen Infanteri menyelidiki daerah di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja pada Jumat (13/5). Mereka menemukan 3 pria dan wanita mencurigakan berjalan dari luar hutan di perbatasan di provinsi Sa Kaew, sekitar 3 perjalanan bus ke timur Bangkok.

Pihak berwenang kemudian memutuskan untuk mengikuti mereka hingga akhirnya sampai di jalan pedesaan di komunitas Moo Baan Nong Ya Kaew, sekitar 100 meter dari perbatasan. Petugas mengungkapkan bahwa ketiga orang itu masuk ke sebuah mobil pikap yang diparkir di pinggir jalan dan langsung pergi.

Singkat cerita, pihak berwenang berhasil menangkap mereka dan menanyai kelompok dan pengemudi secara lebih rinci. Dua orang yang berjalan dari perbatasan adalah seorang pria berusia 22 tahun dan wanita berusia 23 tahun.


Mereka mengaku bahwa mereka telah bekerja secara ilegal di sebuah kasino di Kamboja dan ingin mengunjungi keluarga mereka di Thailand. Keduanya menyewa kakak beradik itu untuk menjemput mereka di perbatasan.

Menurut laporan polisi, pria 29 tahun yang menjadi sopir itu adalah Kittiphat Kannadit. Sedangkan saudara laki-lakinya yang berusia 14 tahun yang berjalan bersama para pekerja ilegal dari seberang perbatasan adalah Kerkkiat Kannadit.

Kittiphat mengaku sudah berkali-kali melayani TKI ilegal di Kamboja yang ingin masuk ke Thailand. Dia memberi tahu petugas bahwa saudaranya bertanggung jawab untuk mengantar para pekerja dari perbatasan Kamboja ke titik pertemuan di Thailand.

Kemudian, mereka akan membawa para pekerja tersebut ke tempat-tempat di Thailand yang ingin mereka kunjungi. Pelanggan harus membayar masing-masing 7.000 baht untuk menggunakan layanan 'penyelundupan' ini. Kelompok tersebut dibawa ke kantor polisi untuk penyelidikan lebih lanjut. Dua kakak beradik itu bisa menghadapi tuduhan perdagangan manusia.

(wk/zodi)


You can share this post!


Related Posts