Korban Sempat Video Call Keluarga Pasca Kecelakaan Maut di Tol Mojokerto, Ini yang Diucapkan
indonesia.go.id
Nasional

Rombongan penumpang bus tersebut sempat berwisata ke Dataran Tinggi Dieng di Wonosobo, Jawa Tengah, dan hendak pulang ke Surabaya, Jawa Timur, saat kecelakaan terjadi.

WowKeren - Kecelakaan maut yang menimpa bus pariwisata di Jalan Tol Mojokerto-Surabaya pada Senin (16/5) hari ini diketahui telah menewaskan belasan orang penumpang. Rupanya, rombongan penumpang bus tersebut sempat berwisata ke Dataran Tinggi Dieng di Wonosobo, Jawa Tengah, dan hendak pulang ke Surabaya, Jawa Timur, saat kecelakaan terjadi.

Diketahui, rombongan penumpang bus tersebut merupakan warga Jalan Benowo, Kota Surabaya. Salah seorang korban kecelakaan bus tersebut rupanya sempat melakukan video call dengan keluarga di Surabaya beberapa saat setelah insiden terjadi.

Hal ini diungkapkan oleh Sri Muid selaku kakak salah satu korban jiwa bernama Ainur Rofiq yang kebetulan merupakan ketua rombongan wisata tersebut. Menurut Sri Muid, Ainur sedang bersama putrinya yang bernama Sakila saat kecelakaan terjadi.

Sakila disebut sempat melakukan video call pada Senin sekitar pukul 06.45 WIB setelah kecelakaan terjadi. Sri Muid pun terkejut ketika menerima panggilan video tersebut karena melihat Sakila sudah berdarah-darah.



"Pas saya angkat kok sudah berdarah semua sama bilang 'bapak mana?' Saya panik. Saya tanyai 'loh kamu kenapa?' Tapi dia enggak jawab, cuma nanya bapak mana sambil bingung," ungkap Sri Muid dilansir detikcom.

Sri Muid yang kebetulan merupakan Ketua RT lantas mencari informasi terkait siapa saja yang ikut berwisata bersama adiknya. "Saya cari info, saya cari itu siapa saja yang berangkat, keluarganya saya suruh telpon sampai dapat pokoknya," tuturnya.

Sekitar pukul 08.50 WIB, Sri Muid pun mendapat kabar bahwa Sakila dirawat di RS Citra Medika, Tarik, Sidoarjo, dengan luka parah di tangan kanan. Sedangkan Ainur sang adik dilaporkan tewas dan dibawa ke rumah sakit di Mojokerto.

Menurut Sri Muid, acara liburan tersebut memang digelar rutin setiap tahun pasca Lebaran. Namun acara tersebut bukan acara resmi RT kampung setempat.

"Acaranya biasa gerombolan gitu, bukan resmi acara RT. Rombongannya berangkat sejak Sabtu malam, dan rencananya memang Senin pagi udah sampai Surabaya," tukasnya.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts