Pria Pengangguran di Jepang Akui Bakar Daerah Komunitas Etnis Korea, Tak Terima Kehadirannya
Maxpixel
Dunia

Seorang pengangguran berusia 22 tahun di Jepang nekat membakar daerah komunitas etnis Korea. Pria itu mengaku tujuannya adalah untuk mengintimidasi dan menilai kehadiran Korea tidak diinginkan.

WowKeren - Seorang pria pengangguran didakwa telah memicu kebakaran yang menghanguskan tujuh bangunan di sebuah komunitas etnis Korea di Uji, Prefektur Kyoto, Jepang. Pria itu pun mengakui perbuatannya pada hari pembukaan persidangannya pada Senin (16/5).

"Saya mengakui tuduhan itu sebagai fakta yang sebenarnya," katanya kepada Pengadilan Distrik Kyoto, melansir Asahi Shimbun.

Shogo Arimoto (22) dari Sakurai, Prefektur Nara, menghadapi tuduhan pembakaran sehubungan dengan kebakaran Agustus lalu. Arimoto dituduh menyalakan api dengan korek api di sebuah rumah kosong di distrik Utoro, Uji pada 30 Agustus. Sebanyak tujuh bangunan di kabupaten tersebut hancur atau rusak sebagian dalam kebakaran tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan The Asahi Shimbun pada 13 Mei, sebelum persidangan, Arimoto mengatakan dia bertindak untuk "mengintimidasi dan memaksa" warga Korea. Dia juga mengatakan dalam wawancara dan korespondensi sebelumnya bahwa meskipun dia tidak memiliki kenalan di antara etnis Korea, dia menganggap mereka sebagai "kehadiran yang tidak dapat diterima" berdasarkan informasi yang dia peroleh di internet dan melalui sumber lain.

Orang Korea menjadikan distrik Utoro rumah mereka setelah dimobilisasi selama Perang Dunia II untuk membangun lapangan terbang di prefektur untuk upaya perang Jepang. Mereka dan keturunan mereka terus tinggal di distrik itu pada tahun-tahun pascaperang.



Tetapi tanah mereka kemudian dijual kembali, dan pemilik tanah baru menuntut penduduk untuk memaksa mereka mengosongkan plot. Penduduk kalah dalam pertempuran pengadilan pada tahun 2000.

Tetapi sebagian dari tanah itu dibeli dengan dana yang disumbangkan oleh pendukung mereka di dalam dan di luar Jepang. Pembangunan perumahan umum bagi mereka sedang berlangsung di sana.

Kebakaran tersebut juga menghanguskan sekitar 40 benda yang mendokumentasikan sejarah penduduk Korea di komunitas tersebut, seperti perbekalan sehari-hari, lemari untuk piring dan tanda-tanda yang digunakan untuk pergerakan mereka.

Beberapa diharapkan akan dipamerkan di sebuah gedung yang dibuka di distrik tersebut pada bulan April untuk mempromosikan interaksi antara penduduk Jepang dan Korea.

Arimoto juga dituduh menggunakan korek api untuk merusak properti milik cabang organisasi etnis Korea dan sekolah Korea di Distrik Nakamura Nagoya pada 24 Juli 2021.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts