Swedia Susul Finlandia Gabung NATO, Negara Nordik Kompak Pasang Badan Jika Diserang
Dunia

Finlandia mengadopsi netralitas setelah kalah dari Uni Soviet selama PD II. Begitu juga dengan Swedia yang tidak berpartisipasi dalam peperangan sejak Perang Napoleon.

WowKeren - Langkah dua negara Eropa Swedia dan Finlandia untuk mengajukan keanggotaan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tengah menjadi sorotan internasional. Pada Senin (16/5), Swedia secara resmi mengumumkan melalui Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson bahwa negara itu akan mengajukan keanggotaan NATO.

Langkah itu akan mengakhiri lebih dari 200 tahun netralitas militer setelah invasi Rusia ke Ukraina. Pengumuman tersebut datang setelah Finlandia melakukan deklarasi bersejarah serupa.

Sebagaimana diketahui, negara-negara Nordik bergabung dengan Uni Eropa pada tahun 1995 namun mereka tetap berada di luar NATO untuk menghindari memprovokasi Rusia. Namun invasi Rusia ke Ukraina baru-baru ini membuat mereka mempertimbangkan kembali status mereka, yang akan mengubah sejarah lanskap geopolitik Eropa. Sebagai catatan, Ukraina adalah negara non-NATO.

Langkah ini mendapat dukungan dari negara-negara Nordik. Norwegia, Denmark dan Islandia dalam pernyataan bersama hari Senin (16/5) mengatakan mereka siap mendukung pelamar NATO Finlandia dan Swedia jika kedua negara Nordik itu diserang.



"Bersama dengan Denmark dan Islandia, Norwegia siap membantu tetangga Nordiknya," kata Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Stoere menurut Reuters. "Dengan segala cara yang diperlukan jika mereka menjadi korban agresi di wilayah mereka sebelum memperoleh keanggotaan NATO."

Swedia tidak berpartisipasi dalam perang sejak Perang Napoleon pada abad ke-19. Negara ini lebih memilih peran mediasi netral dalam perselisihan internasional. Sama dengan Swedia, Finlandia juga mengadopsi netralitas setelah kekalahannya oleh Uni Soviet selama Perang Dunia II.

Andersson mengatakan pengajuan aplikasi keanggotaan Swedia akan datang pada waktu yang sama dengan Finlandia. Presiden Finlandia Sauli Niinisto diperkirakan akan mengunjungi Swedia pekan ini.

Terkait langkah bersejarah ini, Turki telah menyatakan keberatan karena mereka mendukung Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang dipandang Turki sebagai organisasi teroris. Namun, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyatakan keyakinannya bahwa Turki tidak berniat memblokir entri mereka. Stoltenberg mengatakan proses bagi kedua negara untuk bergabung akan terjadi dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

(wk/zodi)


You can share this post!


Related Posts