Malaysia Hadapi Serangan Penyakit Tangan Kaki Mulut, Tersebar di TK Hingga Pra-Sekolah
Dunia

Saat anak-anak di Indonesia menghadapi serangan hepatitis akut misterius, Malaysia juga sedang berjuang dengan penyakit mulut kaki dan tangan. Tercatat ada puluhan 31 ribu lebih kasus terdeteksi.

WowKeren - Tampaknya tak hanya masyarakat Indonesia yang tengah dilanda kekhawatiran terkait kesehatan anak-anak di negaranya. Malaysia yang merupakan negara tetangga tampaknya juga sedang merasakan hal serupa.

Jika Indonesia dicemaskan dengan kemunculan hepatitis akut misterius yang menyerang anak-anak hingga menyebabkan kematian, maka Malaysia kini tengah menghadapi serangan penyakit tangan, kaki dan mulut atau HFMD. Malaysia telah mencatat 31.661 kasus HFMD, 15 kali lipat dari jumlah yang tercatat dalam periode yang sama tahun lalu. Tahun lalu, negara itu hanya mencatat 2.121 dalam laporan minggu epidemiologi yang sama.

Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, Tan Sri Dr Noor Hisham dalam pernyataannya mengatakan 1.676 kasus HFMD tercatat dalam laporan minggu epidemiologi sebelumnya, dibandingkan dengan 7.526 kasus minggu ini yang merupakan peningkatan 349 persen.

“Pada tahun 2022, hingga 14 Mei, Selangor menyumbang jumlah kasus terbesar dibandingkan negara bagian lain dengan 8.864 kasus (28 persen) diikuti oleh Kuala Lumpur & Putrajaya 4.421 kasus (14 persen), Sabah 2.650 kasus (8 persen), Perak 2.638 kasus (8 persen) dan Kelantan 2.493 kasus (7,9 persen) sedangkan negara bagian lain sekitar atau kurang dari 1.500 kasus,” ujar Noor Hisham.



Dikatakannya, total terdapat 889 KLB yang dilaporkan di Malaysia dimana tiga negara bagian tertinggi yang mencatat KLB adalah Kuala Lumpur dan Putrajaya yaitu 309 KLB (35 persen), disusul Selangor dengan 111 KLB (12%), dan Perak 105. wabah (12 persen).

Dr Noor Hisham mengatakan bahwa sebagian besar lokasi wabah terjadi di taman kanak-kanak / pembibitan / pra-sekolah dengan 575 wabah (65 persen) diikuti oleh rumah-rumah pribadi dengan 305 wabah (34 persen), dan juga pusat penitipan anak dengan 27 wabah (tiga per sen).

Dia mengatakan bahwa HFMD terkait dengan kebersihan pribadi dan dapat menyebar dengan cepat pada anak-anak di bawah 10 tahun dengan tingkat infeksi 100 persen.

Selain itu, Kementerian juga melaporkan peningkatan 45,2 persen kasus demam berdarah dengan 14.725 kasus kumulatif dibandingkan dengan 10.139 kasus pada periode yang sama tahun lalu. Dr Noor Hisham juga mengatakan bahwa Malaysia mencatat sembilan kematian akibat kasus DBD, meningkat empat dibandingkan tahun 2021.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts